JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat wilayah Kota Salatiga, masuk dalam kategori risiko menengah bencana hidrometeorologi. Sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salatiga pun meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan ancaman bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Februari nanti.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Salatiga, Sutarto menjelaskan, ancaman utama yang diwaspadai meliputi curah hujan tinggi, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, hingga luapan saluran air. “BPBD Kota Salatiga saat ini berada dalam posisi siap siaga untuk mengantisipasi potensi kejadian bencana,” kata Sutarto, Senin, (12/1/ 2026).
Sebagai langkah antisipasi, lanjut Sutarto, BPBD telah melakukan mitigasi di wilayah rawan bencana yang tersebar di 23 kelurahan. Selain itu, informasi kebencanaan terus disampaikan kepada seluruh elemen relawan, mulai dari Tim Reaksi Cepat (TRC), Pusdalops, Pusdatimkom, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) kelurahan, hingga Relawan Katana (Kelurahan Tangguh Bencana).
BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektoral secara sinergis dan terpadu dengan TNI/Polri, Basarnas, Kementerian PUPR, serta kementerian terkait lainnya guna memastikan respons cepat dan efektif saat terjadi bencana. “Posko terpadu yang didirikan di titik-titik strategis, kami siagakan selama 24 jam. Termasuk posko utama di BPBD dengan dukungan personel dan peralatan yang siap digunakan kapan saja,” imbuhnya.
BPBD Kota Salatiga juga telah memiliki pemetaan lokasi rawan bencana yang mengacu pada Kajian Risiko Bencana dan Rencana Penanggulangan Bencana sebagai dasar pengambilan langkah mitigasi dan penanganan. ” Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, BPBD membuka layanan informasi dan pengaduan melalui call center yang beroperasi setiap hari bagi warga Kota Salatiga dan sekitarnya. Setiap perkembangan situasi juga rutin dilaporkan kepada BPBD Provinsi Jawa Tengah,” katanya.
Sutarto juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan memperhatikan lingkungan tempat tinggal masing-masing. Warga diminta segera melaporkan jika terjadi bencana kepada BPBD atau relawan yang ada di tingkat kelurahan.
“Sosialisasi dan edukasi kebencanaan juga terus kami lakukan secara berkelanjutan, bekerja sama dengan dunia pendidikan mulai dari TK hingga SMA, perguruan tinggi, BUMN seperti PLN, serta perusahaan-perusahaan di Salatiga,” katanya.
Diketahu di akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 ini yaitu pada Jumat 9 Januari kemarin, Salatiga sudah dua kali dilanda angin puting beliung . Puluhan rumah mengalami kerusakan dan puluhan pohon juga tumbang. ( deb)



