25 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Stasiun Tuntang Suguhkan Wisata Perahu Heritage

Romantisme Ala Korea di Rawa Pening

JATENGPOS.CO.ID, KABUT tipis Rawa Pening menyambut pelan dermaga Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang, Selasa (13/1/2026). Di atas perairan yang tenang, perahu-perahu kecil bergaya Korea mulai bergerak perlahan, membawa wisatawan menikmati lanskap alam sekaligus jejak sejarah perkeretaapian Indonesia.

Wajah baru Stasiun Tuntang ini hadir melalui wisata perahu berkonsep “ala Korea” yang memadukan nuansa estetik, romantis, dan heritage. Program ini merupakan hasil sinergi PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program CSR dengan PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) sebagai pengelola kawasan.

Stasiun Tuntang bukan sekadar simpul transportasi lama, tetapi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa. Dari kawasan inilah narasi perkeretaapian dan pergerakan sosial masa lalu tumbuh, kini dihidupkan kembali melalui konsep wisata kreatif dan berkelanjutan.

VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, menegaskan penguatan fungsi heritage menjadi landasan utama pengembangan kawasan ini.

Baca juga:  Silahkan Lapor Bila Ada Anggota TNI/Polri Tidak Netral

“Stasiun Tuntang bukan hanya stasiun kereta, tetapi juga situs sejarah nasional yang memiliki nilai penting bagi perjalanan bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dukungan CSR KAI (Persero) yang dipadukan dengan pengelolaan KAI Wisata diwujudkan melalui wisata perahu sebagai simbol sinergi induk dan anak perusahaan. Konsep tersebut diharapkan mampu mengubah nilai sejarah menjadi pengalaman wisata yang edukatif sekaligus bernilai ekonomi.

Sentuhan perahu ala Korea dipilih untuk menghadirkan pengalaman visual yang berbeda dari wisata air pada umumnya. Konsep ini menyasar generasi muda, pecinta fotografi, hingga wisatawan mancanegara yang gemar wisata berbasis budaya.

Corporate Branding & Communication KAI Wisata, Riesta Junianti, menyebut wisata perahu ini merupakan bagian dari strategi experience-based tourism.

“Wisata perahu di Dermaga Stasiun Tuntang kami rancang sebagai pengalaman yang bisa dirasakan, bukan hanya dilihat,” katanya.

Baca juga:  Hujan Deras Sejumlah Kampung di Salatiga Kebanjiran, di Sawo Tanah Longsor

Pengunjung tidak hanya diajak menyusuri perairan Rawa Pening, tetapi juga menikmati suasana stasiun bersejarah dengan latar cerita panjang transportasi Indonesia. Nuansa instagramable berpadu dengan nilai historis yang memperkuat storytelling kawasan.

Wahana wisata perahu ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Tarif yang ditawarkan sebesar Rp15.000 untuk durasi 20 menit, dengan kapasitas maksimal lima penumpang dalam satu perahu.

Kehadiran wisata perahu melengkapi Stasiun Tuntang sebagai destinasi wisata terpadu berbasis heritage, edukasi, dan rekreasi. Kawasan ini kini tak hanya menjadi ruang nostalgia, tetapi juga ruang interaksi wisata yang hidup dan berdaya tarik.

“Kami berharap wisata perahu ini menjadi magnet baru pariwisata, meningkatkan kunjungan, sekaligus menguatkan citra Stasiun Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia,” tutupnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...