30 C
Semarang
Rabu, 14 Januari 2026

Buntut Adanya Larangan Bus Peziarah, Ketua Komisi A DPRD Kudus Desak Revisi Kebijakan Pemkab

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kebijakan pelarangan bus dan truk melintas menuju kawasan Wisata Religi Makam Sunan Muria memicu polemik. Larangan ini menyusul musibah longsornya sebagian bahu Jembatan Desa Colo, Kecamatan Dawe, pada Jumat (9/1) malam lalu.

 

Saat ini, kendaraan besar dari arah barat dialihkan untuk parkir di Terminal Bakalankrapyak, Kaliwungu. Penumpang kemudian diarahkan menggunakan angkutan shuttle. Sementara akses dari arah timur melalui Desa Dukuhwaringin tetap dibuka normal hingga Terminal Colo.

 

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kudus, Muhammad Antono, menilai kebijakan penutupan total bagi bus di jalur barat kurang tepat. Menurutnya, pemasangan spanduk larangan sejak perempatan Desa Panjang, Kecamatan Bae, sangat memukul sektor ekonomi lokal.

 

‘’Saya mohon kebijakan ini direvisi. Saat ini sedang ramai peziarah karena memasuki bulan Ruwah. Kasihan pedagang dan warga yang ekonominya bergantung pada kunjungan wisatawan,’’ tegas Antono.

Baca juga:  Pemkab Kudus Pecat Direktur Perusahaan Percetakan dan PDAM

 

Sebagai solusi konkrit, politisi PDI Perjuaran dari daerah pemilihan Dawe-Jekulo ini, menawarkan pemanfaatan lahan di sepanjang jalur menuju Muria sebagai titik parkir alternatif. Ia menyebut kawasan sekitar Bendungan Logung di Desa Kandangmas mampu menampung hingga 100 bus.

 

Selain Kandangmas, sejumlah lokasi representatif juga telah disiapkan warga, di antaranya Lapangan Masjid Cendono, Balai Desa Kajar, Balai Desa Lau, hingga Balai Desa Piji.

 

‘’Bus bisa parkir di sana, lalu peziarah diantar menggunakan angkutan lokal menuju Colo. Jadi ekonomi warga di sepanjang jalur tetap bergerak,’’ imbuhnya.

 

Antono juga menyoroti kondisi Jembatan Colo yang longsor. Ia menilai bagian yang tergerus merupakan konstruksi pelebaran jalan baru, sementara struktur lama jembatan dianggap masih kokoh dan aman dilalui bus secara bergantian.

Baca juga:  Harga Kedelai Impor di Kudus Naik Lagi, Sekarang Tembus Rp9.800/Kg

 

Sebelumnya, penanganan bencana tanah longsor yang memutus akses utama menuju objek wisata religi Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mulai memasuki babak baru. Lintas instansi menggelar rapat koordinasi di Aula Graha Muria, Sabtu (10/1/2026), guna menentukan langkah darurat dan permanen terkait kerusakan jalan provinsi penghubung Kudus-Pati tersebut.

 

Diketahui, kondisi di lapangan menunjukkan kerusakan yang cukup masif. Badan jalan amblas dan tergerus air sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter dan kedalaman mencapai 20 meter. Akibatnya, kendaraan besar seperti bus peziarah dan truk dilarang keras melintas demi keamanan. (han/rit)

 


TERKINI

Rekomendasi

...