JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan perhatian serius pada perlindungan kelompok rentan di tengah bencana banjir dan longsor, yang melanda Kabupaten Kudus.
Dalam tinjauan lapangannya, Gus Yasin menginstruksikan evakuasi segera bagi warga sakit yang masih terjebak di rumah terdampak banjir, agar mendapatkan pelayanan medis yang layak.
Gus Yasin menemukan adanya warga penderita stroke yang masih bertahan di rumah di tengah kondisi banjir, di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Selasa (13/1) petang. Menanggapi hal ini, dirinya meminta Puskesmas terdekat segera menjemput dan merawat pasien tersebut, dan memastikan stabilitas kesehatannya.
‘’Saya minta malam ini dievakuasi oleh Puskesmas dan dirawat di sana, sehingga mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan dipastikan kesehatannya,’’ tegas Gus Yasin.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menyebutkan, kondisi cuaca ekstrem tanpa sinar matahari selama empat hari terakhir di Kudus, Pati, dan Jepara, dinilai memperburuk risiko kesehatan masyarakat akibat tingginya kelembapan dan genangan air.
Dengan demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tengah berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana untuk melakukan rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca guna menekan intensitas hujan.
Selain banjir, penanganan longsor di kawasan wisata Colo juga menjadi prioritas untuk menjaga kesejahteraan ekonomi ribuan warga. Pemerintah telah menganggarkan dana darurat sebesar Rp500 juta untuk penanganan awal, dan penanganan total atau rehabilitasi permanen dialokasikan sebesar Rp10 miliar.
Langkah ini diambil agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terhenti terlalu lama, yang secara tidak langsung berdampak pada kesehatan mental dan daya beli masyarakat setempat.
Dalam kunjungannya di Kudus, Gus Yasin pun berterima kasih kepada Bupati Kudus, yang menetapkan status tanggap darurat bencana mulai 12 hingga 19 Januari 2026 masyarakat.
‘’Kami berharap cuaca segera membaik dan bencana ini bisa segera berlalu. Semoga Kudus, Pati, dan Jepara dapat segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (han/rit)



