JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin, mengingatkan agar SPPG di Salatiga terus melakukan perbaikan dan melaksanakan prosedur sesuai standar yang telah ditetapkan. Nina juga berharap agar seluruh OPD dapat berkoordinasi dengan baik, tak hanya secara internal dalam pemerintahan, tetapi juga dengan SPPG yang ada di wilayah, sehingga program MBG ini dapat berjalan secara maksimal.
” Kita semua berharap di 2026 ini akan jauh lebih baik lagi. Saya ingin minta paparan dari SPPG terkait dengan jumlah dapur yang telah beroperasi ataupun akan beroperasi, serta keadaan di lapangan mengenai dapur-dapur SPPG yang sudah ada. Saya juga ingin berdiskusi dalam artian mungkin selama ini ada hal-hal yang jadi kendala di dapur masing-masing sehingga diharapkan bisa mengawali 2026 ini dengan MBG yang jauh lebih baik,” ujar Nina saat Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program MBG, Rabu (14/01/2026) di Ruang Kalitaman Lt.2 Gedung Setda Kota Salatiga.
Kegiatan ini diikuti oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Organisasi Perangkat Daerah terkait, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kota Salatiga, dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Salatiga.
Sejalan dengan hal tersebut, SPPI Kota Salatiga, Monica Henidar Syarief, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG di Kota Salatiga sudah sangat baik dan kondusif. Tetapi ia juga mengingatkan untuk tetap menjaga kualitas kinerja SPPG dalam menjalankan tugasnya.
“Alhamdulilah 2025 ini kemarin kami juga sudah evaluasi dengan atasan untuk Kota Salatiga masih dinilai sangat baik dan kondusif. Ini juga tidak lepas dari koordinasi dengan Satgas MBG Kota Salatiga yang Alhamdulillah sejauh ini mendukung kami, juga memberikan banyak masukan baik di kami untuk perbaikan, dan lain hal sebagainya untuk optimalisasi program ini,” katanya.
” Untuk saat ini SPPG yang sudah beroperasional ada 15 SPPG di mana ini ada 1 yang saat ini berhenti operasional sementara. Kemudian yang sudah persiapan akan beroperasional ada 6 SPPG, sehingga ada 21 yang Insyaallah nanti di bulan ini atau bulan depan akan operasional seluruhnya.” pungkasnya.
Rakor ini juga disampaikan kendala baik internal maupun eksternal dari masing-masing SPPG yang ada di Kota Salatiga. Beberapa kendala yang dimiliki adalah variasi menu; penyesuaian dengan kebijakan baru dalam hal ini diantaranya 6 hari sekolah, penambahan penerima manfaat untuk guru, tenaga pendidik, serta 3B yakni balita, busui (ibu menyusui), dan bumil (ibu hamil); hingga pendanaan.( deb)



