JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus bergerak cepat memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana banjir dan longsor di kabupaten setempat. Sejumlah personel Posko Tagana, pun dikerahkan untuk membantu mengolah bahan makanan hingga memasak di dapur umum yang tersedia.
Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, mengatakan sejak bencana banjir dan longsor melanda Kudus, rekaya aksi kemanusiaan mulai dioperasikan. Mulai dari menderikan dapur umum dengan tenaga memasak, hingga distribusi nasi bungkus ke warga terdampak bencana.
‘’Distribusi makanan bagi warga terdampak, kami awali di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus,’’ ungkap Winarno, saat dihubungi, Minggu (18/1).
Sambung Winarno, berdasarkan data yang diterima Minggu (18/1) pagi, Posko Tagana Dinas Sosial P3AP2KB Kudus masih mendistribusikan makanan dan logistik di 10 dapur umum. Rinciannya, di Posko Pengungsian Gereja Tanjungkarang sebanyak 100 porsi nasi bungkus, mengingat terdapat 90 orang pengungsi.
Kemudian di Posko Pengungsian Karangrowo dengan 103 pengungsi, mendistribusikan nasi bungkus pada pagi hari 150 porsi, siang 1500 porsi, dan malam 250 porsi. Lalu di Posko Pengungsian Pasuruan Lor dengan 54 pengungsi, mendistribusikan nasi bungkus sebanyak 1917 porsi.
‘’Distribusi di Desa Pasuruhan Lor, selain di Posko Pengungsian juga ke rumah warga yang terdampak,’’ ungkapnya.
Selain itu, mendistribusikan makanan sebanyak 250 porsi, di Posko Pengungsian Desa Payaman dengan jumlah pengungsi 205 jiwa. Selanjutnya di Posko Pengungsian Gedung NU Desa Loram Kulon dengan pengungsi 407 jiwa, membagikan 350 porsi makanan.
Sementara di Posko Pengungsi Gedung DPRD Kudus dengan jumlah pengungsi 903 jiwa, mendistibusikan makanan sebanyak 850 porsi. Lalu di Posko Pengungsian Jati Wetan dengan 99 pengungsi, mendistribusikan makanan sebanyak 500 porsi, dan di Desa Gulang dengan 222 pengungsi, mendistribusikan makanan sebanyak 200 porsi.
‘’Kemudian di Jepang Pakis dengan 34 porsi mendistribusikan 100 porsi dan di Kantor DPC PDI Perjuangan Tanjungkarang dengan 89 pengungsi, mendistribusikan 50 porsi,’’ paparnya.
Adapun kebutuhan lain yang siap didistribusikan, di Posko Pengungsian Gereja Tanjungkarang terdiri minyak goreng, tolak angin, minyak kayu putih, lauk pauk siap saji, sayuran, nuget, dan obat-obatan. Lalu di Posko Karangrowo air bersih, perlengkapan mandi, lauk pauk, beras, bumbu dapur, telur, mie instan, sayur, pampers dewasa ukuran XL-XXL, kertas minyak, dan tolak angin
Selain itu, di Pasuruhan Lor terdiri telur-lauk pauk, mie instan, minyak goreng, gula, teh, kopi, bumbu dapur, garam, penyedap rasa, air mineral, pembungkus nasi, sendok, plastik 1 kg, plastik 1/2 kg, gas elpiji, pampers (balita), dan kantong plastik. Kemudia di Posko Payaman yakni beras, telur, lauk pauk, sayuran, obat-obatan, dan bumbu dapur.
‘’Sedang di Gedung NU Loram Kulon yakni air mineral, Gedung DPRD Kudus yaitu matras, pampers dewasa dan anak, dan minyak kayu putih. Sementara di Jati Wetan telur, makanan anak, beras, minyak goreng, bumbu dapur, sayur, pampers balita, lauk pauk siap saji dan mentah. Adapun di Gulang berupa pampers, pembalut, susu anak, selimut, minyak kayu putih, salep gatal, dan telur,’’ tutup Winarno. (han/rit)




