27.7 C
Semarang
Rabu, 21 Januari 2026

KDMP Desa Candirejo Tuntang Kembangkan Beras Organik hingga UMKM Berbasis Wisata Kuliner

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, tinggal menunggu pengerjaan finishing terlihat megah dan mentereng. Bangunan ini berada di kawasan pasar desa, diproyeksi akan menjadi pusat perekonomian masyarakat yang bakal melaju pesat.

“KDMP Candirejo pembangunannya sudah mencapai 87 persen, sebentar lagi pengerjaan finishing. Sesuai jadwal per 31 Januari mendatang sudah selesai. Selanjutnya kita menunggu instruksi dari pemerintah kapan launching dan pengoperasian,” ujar Kepala Desa Candirejo, Tri Gunawan Setiyadi kepada Jateng Pos, kemarin.

Persiapan untuk pengoperasian pihaknya bersama pengurus KDMP mengkoordinir anggota dan masyarakat yang akan terlibat menggerakkan perekonomian secara bersama-sama. Diantaranya menghimpun produk unggulan dari masyarakat setempat yang akan dikembangkan melalui KDMP.

“Produk unggulan yang telah kita sepakati bersama, salah satunya mengembangkan potensi pertanian lokal. Kita punya produk Padi Sehat, yakni padi organik yang telah melalui uji penelitian dan riset melibatkan Dinas Pertanian dengan dukungan Bupati Semarang. Program ini kita kembangkan dengan pola penanaman intensif dan berkelanjutan,” ungkap Wawan –panggilan akrabnya—.

Menurutnya, Padi Sehat yang dihasilkan kualitasnya lebih bagus, rasa nasinya lebih enak dan tahan lama. Demplot padi organik dikembangkan di Candirejo telah mencapai 20 hektar lebih. Hasil panen padi organik terbukti lebih meningkatkan dibandingkan menggunakan pupuk anorganik. Harga jual juga lebih mahal dibandingkan beras biasa.

“Perbandingkan hasil panen dan nilai tambahnya jauh lebih meningkat. Petani dapat untung dua kali lipat. Produk beras per hektar bertambah, harganya juga jauh lebih mahal. Nantinya kita akan pasarkan di KDMP. Kita membangun kerja sama simbiosis mutualisme dengan para petani,” jelas Wawan.

Baca juga:  Bangun Kesadaran Etika di Dunia Maya, Polda Jateng Luncurkan Cyber Edu Squad dan Literasi Hukum

Petani diberi kemudahan kerja sama dengan KDMP, mereka dapat pinjaman berupa bibit hingga pupuk selama dalam masa tanam dan perawatan di sawah. Jika sudah memasuki masa panen petani menjual hasil gabah dan beras ke KDMP dengan harga sesuai standar pasar.

“Petani dan KDMP sama-sama mendapatkan keuntungan. Program pemerintahan melalui KDMP untuk menggerakkan perekonomiam dapat berjalan lancar. Tentu akan terus meningkat,” tandasnya.

Potensi lokal lainnya tengah dikembangkan yakni wisata kuliner di wilayah Balong Gajah yakni destinasi di pinggiran sawah yang sudah sangat dikenal masyarakat luas. Di sekitar lokasi mulai berkembang banyak tempat kuliner dengan menu makanan dan minuman yang beragam.

Para pelaku UMKM di Candirejo memasarkan produknya ke tempat-tempat wisata kuliner tersebut. Saat ini pergerakan ekonomi masyarakat semakin meningkat jumlah pengelola UMKM jajanan dan makanan siap saji juga semakin bertambah.

“Program kita mengembangkan wisata kuliner di kawasa Balong Gajah ini sangat menjanjikan. Ada sekitar 60 jenis makanan siap saji dari warga lokal yang dijual di wisata kuliner Balong Gajah. Keberadaan KDMP nantinya dapat dimanfaatkan para suplier makanan berbelanja kebutuhan pokok dibutuhkan, begitu juga mendapatkan talangan bahan pokok,” terangnya.

Kepala Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang,Tri Gunawan Setiyadi dalam gedung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Candirejo. FOTO:MUIZ/JATENGPOS

Pusat Perekonomian

Optimistis KDMP Candirejo dapat berkembang didukung lokasi bangunan berada di kawasan strategis di pinggir jalan utama Kecamatan Tuntang, dan berada di kawasan pasar desa setempat.  Lokasi bangunan selain tersentral dengan pasar juga dengan Puskesmas Pembantu yang juga menempati tanah kas desa setempat.

Antara pedagang pasar dengan KDMP saling bersinergi menyediakan barang-barang yang dibutuhkan dengan harga di bawah grosir. Pedagang menjual kembali ke pasar mendapat keuntungan begitu juga KDMP diuntungkan.

Baca juga:  Keseruan OM Lorenza Meriahkan Ultah Dandim 0714/Salatiga di Bergas Kidul  

“Lokasi berada di pinggir pasar desa karena tanah kas desa kita di situ. Kita harapkan KDMP bersama pedagang sengkuyung bareng menggerakkan perekonomian di Candirejo. Pusat perekonomian desa nantinya di lokasi ini,” jelasnya.

Wujud kebersamaan itu ditunjukkan dengan memberikan fasilitas baru lebih luas yang nantinya akan semakin melibatkan banyak pedagang. Pihaknya merelokasi bangunan depan pasar dipindah ke lokasi baru di samping gedung KDMP. Lokasi masih di kawasan pasar diharapkan nantinya dapat terintegrasi dengan pergerakkan KDMP.

“Kita memindah 11 kios namun sebagai gantinya saat ini kita sedang membangun kios baru sebanyak 16 kios. Begitu juga los yang semula berjumlah sebanyak 11 unit kita tambah menjadi 20 los. Penambahan kita laksanakan atas permintaan dari warga pedagang baru yang ingin turut serta meramaikan perekonomian di pasar dan KDMP,” jelasnya.

Ditambahkan Wawan, meski saat ini ada pengerjaan kios dan los baru namun aktifitas pedagang tidak pernah berhenti. Mereka tetap bisa berjualan di tempat disiapkan Pemdes Candirejo. Setelah bangunan kios dan los selesai pedagang dapat menempati tempat baru yang lebih rapi dan longgar.

Alhamdulillah setelah kita berikan sosialisasi tentang pendirian KDMP program dari pemerintah pusat, para pedagang dapat memahami tujuan dan prospek ke depannya. Pedagang yang kena relokasi siap menempati kios dan los yang baru. Kita akan bersama-sama menggerakkan dan meramaikan perekomian Candirejo. Sebagai wujud kreatifitas kita bersama lembaga desa nantinya kita akan buat wisata kuliner malam di lokasi ini untuk turut meramaikan,” pungkasnya. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...