27 C
Semarang
Kamis, 22 Januari 2026

Pakar Nasional Kupas Arah Baru Koperasi

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) terus mendorong transformasi ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kuliah tamu kolaboratif antara Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMK dengan menghadirkan pakar nasional koperasi dan UMKM, Dr. Noer Sutrisno, mantan Deputi Menteri Koperasi dan UKM RI periode 2001–2005.

Mengangkat tema “Pertanian dan Ekonomi Pedesaan dalam Landasan Peta Jalan Koperasi Indonesia”, kegiatan ini diikuti mahasiswa lintas program studi, dosen, serta akademisi. Kuliah tamu membahas dinamika perubahan ekonomi Indonesia, posisi koperasi dalam pembangunan nasional, serta strategi penguatan koperasi dan UMKM di tengah tantangan global.

Dalam paparannya, Dr. Noer Sutrisno, menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia mengalami pergeseran dari sektor pertanian ke sektor jasa, namun perubahan tersebut belum diikuti dengan peningkatan nilai tambah yang kuat. Akibatnya, daya saing nasional masih cenderung stagnan, termasuk yang dirasakan oleh sektor pertanian dan pelaku UMKM.

Baca juga:  Wasev Mabesad Pantau Pembangunan TMMD Reguler di Kudus

‘’Koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat. Namun hingga kini, masih menghadapi persoalan struktural, seperti skala usaha yang kecil, lemahnya integrasi antarkoperasi, serta orientasi kelembagaan yang belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip bisnis modern. Karena itu, transformasi, integrasi, dan digitalisasi koperasi menjadi langkah penting agar koperasi lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Noer Sutrisno.

Ia menambahkan bahwa penguatan koperasi sektor riil serta transisi usaha simpan pinjam koperasi yang tengah berlangsung perlu dimanfaatkan sebagai momentum pembenahan tata kelola koperasi secara menyeluruh. Dengan dukungan regulasi yang tepat dan pemanfaatan teknologi digital, koperasi diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berdaya saing.

Kolaborasi antara FP dan FEB UMK ini bertujuan memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengaitkan pembangunan pertanian dengan penguatan kelembagaan ekonomi melalui koperasi dan UMKM. Pendekatan lintas disiplin diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki pemahaman komprehensif serta mampu merancang model usaha koperasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

Baca juga:  Warga Dukuh Tlogo Geger Penemuan Mayat

Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si., menyampaikan bahwa kuliah tamu ini menjadi bagian dari upaya UMK dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan ekonomi rakyat.

“UMK berkomitmen mendorong kolaborasi lintas fakultas agar mahasiswa memiliki wawasan utuh tentang pembangunan ekonomi, khususnya penguat
an koperasi dan UMKM. Isu pertanian dan ekonomi pedesaan merupakan sektor strategis yang harus didukung dengan kelembagaan ekonomi yang kuat dan adaptif terhadap perubahan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UMK menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap isu strategis nasional serta aktif berkontribusi dalam menyiapkan generasi yang mampu mendorong transformasi koperasi dan ekonomi rakyat menuju Indonesia yang lebih inklusif dan berdaya saing. (mas/han/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...