JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Proyek strategis nasional pembangunan gedung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Kudus, menunjukkan progres signifikan. Dari total 12 gedung yang tengah dibangun, 10 di antaranya ditargetkan rampung 100 persen dan siap diserahkan kepada masyarakat pada akhir Januari 2026.
Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus, Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, menyatakan bahwa penyerahan ini merupakan tahap awal dari realisasi besar program penguatan ekonomi desa.
‘’Targetnya ada 10 gedung KDKMP yang akan dirampungkan 100 persen di akhir Januari 2026. Setelah itu, akan kita serahkan kepada masyarakat untuk segera dimanfaatkan,’’ ujar Letkol Arh Yuusufa, ditemui di Makodim 0722/Kudus, baru-baru ini.
Kata Yuusufa, saat ini 12 gedung yang hampir rampung tersebut tersebar di beberapa titik strategis. Terdiri dua desa di Kecamatan Dawe yakni Desa Puyoh, dan Samirejo. Lalu dua deesa di Kecamatan Gebog yakni Gondosari, dan Besito. Sedang di Kecamatan Jati yaitu Desa Getaspejaten, Pasuruan Lor, dan Loram Wetan serta Desa Megawon.
‘’Kemudian Desa Ngembalrejo Kecamatan Bae, dan Desa Gulang Kecamatan Mejobo, Desa Kudus Kecamatan Undaan dan Desa Papringan Kecamatan Kaliwungu,’’ paparnya.
Menurutnya, secara keseluruhan, di Kabupaten Kudus direncanakan akan memiliki 78 titik gedung operasional KDKMP yang didanai pemerintah pusah. Namun saat sekarang, fokus utamanya adalah penyelesaian 10 titik pertama sebagai pilot project keberhasilan program nasional tersebut di tingkat daerah.
Lebih lanjut, pembangunan ini tidak hanya sekadar fisik bangunan, tetapi juga tentang fungsi ekonomi yang komprehensif. Kepala Desa Getaspejaten, Kusnadi, mengungkapkan bahwa di desanya progres telah mencapai 85 persen dan ditargetkan tuntas pada 31 Januari 2026.
‘’Gedung ini nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai layanan, mulai dari gerai sembako, klinik, apotek, hingga gudang. Kami berharap Koperasi Desa Merah Putih bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” kata dia.
Pihaknya menegaskan pentingnya pengawasan ketat untuk memastikan kualitas bangunan. Ia juga berpesan agar pemerintah desa memiliki keseriusan dalam mengelola unit usaha yang ada.
“Kami harapkan desa juga aware dan serius menjalankan unit usaha ini. Tujuannya agar program nasional ini berjalan maksimal dan benar-benar menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat desa,” pungkas Letkol Arh Yuusufa. (han/rit)




