JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Setelah lebih dari sepekan bertahan di pengungsian akibat banjir yang merendam pemukiman, sebanyak 916 warga korban banjir akhirnya bisa bernapas lega. Suasana haru dan lega itu, menyelimuti Gedung DPRD Kabupaten Kudus, di Kecamatan Jati, Sabtu (24/1) sore.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kudus, Budi Waluyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan armada truk dan mobil patroli untuk membantu mobilisasi warga beserta barang bawaan mereka. Pemulangan ini dilakukan setelah tim gabungan melakukan pengecekan menyeluruh dan memastikan kondisi desa tujuan sudah aman serta layak huni.
“Sebelum warga diberangkatkan, petugas telah memastikan akses jalan dan kondisi lingkungan di desa tujuan sudah bisa dilewati,” ujar Budi Waluyo, Sabtu (24/1).
Berdasarkan data yang dihimpun, total warga yang pulang setelah mengungsi di aula gedung wakil rakyat itu sebanyak 916 jiwa dari 364 Kartu Keluarga (KK) dari Kecamatan Undaan. Rinciannya, sebanyak 701 merupakan warga Desa Karangrowo dan sebanyak 211 warga Desa Ngemplak. Kemudian 4 warga lain dari Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu.
Meskipun banjir di beberapa titik seperti Desa Karangrowo mulai berangsur surut, Budi tetap mengingatkan warga untuk tidak menurunkan kewaspadaan. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, masyarakat diminta segera melapor ke petugas jika terjadi kondisi darurat.
‘’Dengan kepulangan ini, warga diharapkan dapat segera membersihkan kediaman mereka sehingga aktivitas ekonomi dan sosial di desa-desa terdampak bisa segera pulih kembali,’’ tuturnya.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, per Sabtu (24/1) pukul 17.00 WIB, tercatat menyisakan 742 pengungsi dari 284 KK dari total awal pengungsi 2.467 jiwa dari 958 KK.
Sebanyak 742 pengungsi itu menempati pos pengungsian Balai Desa Gulang, Kecamatan Mejobo sebanyak 212 jiwa, Pustu Tanjungkarang 11 jiwa, Balai Desa Karangrowo 101 jiwa dan Gedung Muslimat NU Desa Loram Kulon 418 jiwa.
Untuk menyuplai kebutuhan makan pengungsi, masih ada empat dapur umum yang beroperasi. Meliputi Kantor PMI Kudus, gedung Muslimat NU Loram Kulon, Balai Desa Karangrowo dan Gulang.
Sementara itu, daerah yang masih terdampak banjir, sebanyak sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan. Lalu rumah yang terdampat tercatat masih 2.659 unit, sawah 2.873 hektare, fasilitas ibadah 7 titik dan fasilitas Pendidikan 23 titik. (han/rit)




