26 C
Semarang
Minggu, 25 Januari 2026

Bocah SD Tenggelam di Embung Plumbungan Saat Berniat Tangkap Ikan Merah

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Suasana Minggu (25/1/2026) pagi di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah perempuan berstatus pelajar Sekolah Dasar (SD), Niswatun Nurul Khasanah (10), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Embung Plumbungan.

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Jekulo, AKP Danail Arifin, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa nahas ini bermula sekira pukul 07.30 WIB saat korban sedang bermain bersama tiga orang rekannya di area embung, yang berlokasi di RT 09 RW 02 Desa Gondoharum.

‘’Ketertarikan korban pada kerumunan ikan kecil berwarna merah di permukaan air menjadi awal mula tragedi ini,’’ ungkap Danail, Minggu (25/1).

Dijelaskan, mulanya berniat menangkap ikan tersebut, korban mencoba turun ke tepian embung. Namun, dia justru terpeleset dan jatuh ke dalam air yang cukup dalam.
Lantaran tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam. Rekan-rekan korban yang panik segera berteriak meminta tolong.

Baca juga:  Status COVID-19 Boyolali Turun ke Zona Oranye

Kemudian saksi Muhammad Ari Sisanto (21) yang mendengar teriakan tersebut langsung menghubungi Syaiful Anwar (48), untuk menggerakkan bantuan warga sekitar. Setelah petugas datang, upaya pencarian dilakukan secara intensif oleh warga desa bersama tim dari BPBD Kabupaten Kudus.

‘’Setelah penyisiran selama kurang lebih dua jam, jasad korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.00 WIB. Korban kemudian segera dievakuasi menggunakan ambulans Pemdes Gondoharum menuju UPT Puskesmas Jekulo,’’ jelasnya.

Adapun hasil visum luar oleh dr. Dini Kurnia dari Puskesmas Jekulo bersama Tim Inafis Polres Kudus, dipastikan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh bocah tersebut.

‘’Korban dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung karena tenggelam. Diperkirakan meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Bulan Bung Karno, DPC PDIP Solo Tanam Pohon Sala di Jalan Protokol

Saat ditemukan, kata Danail, korban diketahui masih mengenakan perhiasan lengkap berupa kalung, anting, serta gelang karet. Atas peristiwa itu, keluarga korban pun telah menerima dengan Ikhlas.

‘’Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih ketat mengawasi buah hatinya, terutama saat bermain di dekat area perairan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,’’ tegasnya.

Sementara ayah korban, Supriyono, menyatakan bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini murni sebagai musibah. Keluarga menolak dilakukan otopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Dukuh Asem Doyong untuk proses pemakaman. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...