JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pura Mangkunegaran menggelar upacara adat Tingalan Jumenengan Dalem atau peringatan kenaikan takhta ke-4 Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (S.I.J.) KGPAA Mangkunegara X, Selasa (27/1). Perhelatan agung yang menandai empat tahun kepemimpinan penguasa muda tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan kerabat keraton.
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, hadir bersama sang istri, Selvi Ananda. Tiba sekira pukul 10.08 WIB, Wapres tampil khidmat mengenakan ageman jangkep beskap hitam dengan jarik dan blangkon cokelat. Sementara itu, Selvi Ananda tampak anggun mengenakan kebaya berwarna magenta. Keduanya langsung disambut kerabat Pura dan diarahkan menuju Pendapa Ageng.
Tampak hadir pula PB XIV Hangabehi yang didampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau Gusti Moeng. Keduanya tiba pukul 09.58 WIB dengan pengawalan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), KPH Eddy Wirabhumi.
Hangabehi tampil mengenakan beskap biru tua, sedangkan Gusti Moeng mengenakan kebaya kuning. Momen kebersamaan keduanya terlihat saat Gusti Moeng menggandeng Hangabehi menaiki tangga Pendapa Ageng. Meski demikian, dalam pantauan di lokasi, PB XIV Purbaya dan GKR Timur Rumbai tidak terlihat hadir dalam upacara tersebut.
Rangkaian Tingalan Jumenengan tahun ini merupakan manifestasi rasa syukur atas perjalanan kepemimpinan Mangkunegara X sejak tahun 2022. Prosesi diawali dengan penampilan bergodo prajurit atau royal defile yang gagah, disusul tarian sakral Bedhaya Anglir Mendhung, serta alunan klenengan gamelan yang menambah kekhidmatan suasana.
Dalam sabda dalem yang disampaikan, KGPAA Mangkunegara X menekankan pentingnya visi Mangkunegaran yang selaras dengan perkembangan zaman. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan kekancingan pada tokoh masyarakat.
Upacara tahun ini melibatkan sedikitnya 1.000 masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk siswa sekolah dan komunitas warga sekitar, serta dihadiri 800 tamu undangan.
Acara tahun ini juga dimeriahkan dengan persembahan khusus dari seniman R.Ngt.T.Dr. Peni Candra Rini, yang semakin memperkuat pesan pelestarian kebudayaan di tengah modernitas. (dea/rit)




