JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus menggulirkan Program Gerakan Ibu Menanam Pohon (Rabu PON), dalam rangkaian kunjungan di Kudus, Selasa (27/1).
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mulai dari kegiatan aksi nyata di Desa Kandangmas, Kecamatan Dawe, yakni menyerahkan bantuan ayam petelur dan penanaman bibit pohon sebagai upaya mitigasi banjir sekaligus penguatan gizi keluarga.
Rombongan kemudian bertolak ke Desa Tergo untuk meninjau kelompok tani peternak ayam petelur dan budidaya ikan. Proyek ini merupakan bantuan pemerintah pusat yang difokuskan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa serta penguatan kemandirian pangan tingkat rumah tangga. Lalu berlanjut ke Desa Wisata Dukuhwaringin.
Nawal pun mengapresiasi potensi desa wisata tersebut yang dinilai memiliki kekuatan besar dalam pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Menyusul konsep desa wisata yang dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Mulai dari atraksi wisata jeep hingga wisata kuliner di Warung Alas Pijar 2 yang berlokasi di kawasan perbukitan.
‘’Ini pertama kalinya saya ke sini dan ternyata ada desa wisata yang luar biasa. Ada wisata jeep dan rumah makan Warung Alas Pijar 2 di atas bukit. Ini potensi yang sangat bagus,’’ ungkapnya.
Selain sektor wisata, Nawal juga menyoroti berbagai produk UMKM binaan Desa Dukuhwaringin yang terus berinovasi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah inovasi kopi alpukat, yang memadukan komoditas unggulan setempat.
‘’Unggulan daerah sini adalah pamelo dan alpukat. Ketika alpukat dikombinasikan dengan kopi, tentu menghasilkan rasa unik yang bisa menjadi ciri khas daerah,” jelas istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin ini.
Lanjutnya, produk lokal lain seperti tape buatan warga, juga mendapat apresiasi karena telah berhasil masuk ke Galeri Dekranasda sebagai bentuk pengakuan atas kualitasnya. Dirinya berharap, pemasaran produk-produk lokal itu dapat diperluas, melalui pemanfaatan digital marketing.
Untuk mendukung hal tersebut, TP PKK Provinsi Jawa Tengah bersama Dekranasda Kabupaten, pun berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari kurasi produk hingga membuka peluang ekspor.
“Kami akan membantu pendampingan, termasuk kurasi dan pengembangan pemasaran digital, agar UMKM lokal bisa menembus pasar yang lebih luas,” tambahnya. (han/rit)




