26 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Ratusan Siswa di Kudus Diduga Keracunan MBG

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan Makan Bergizi gratis sebanyak 121 siswa per Kamis (29/1) per pukul 17.00 WIB. Semua siswa itu pun telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, guna mendapat penanganan medis. Menyusul mengeluhkan mual hingga diare.

Diketahui, mereka diduga mengalami keracunan menu MBG dari SPPG Purwosari 1, berupa nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, toge, buah kelengkeng. Menu tersebut didistribusikan pada Rabu, 28 Januari 2026. Namun, sehari setelahnya mengeluh mual hingga diare dan dilarikan ke rumah sakit sejak Kamis (29/1) pagi.

Plt Kepala DKK Kudus, dr Mustiko Wibowo melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan pada DKK Kudus, Amad Mochamad mengatakan, total siswa sebanyak 1.178, terdiri laki-laki 466 siswa dan Perempuan 712 siswa. Dari jumlah siswa tersebut, 117 siswa diduga keracunan, terdiri laki-laki 30 siswa dan 87 perempuan.

‘’Semua siswa yang diduga keracunan dirujuk ke rumah sakit,’’ kata dia, Kamis (29/1/2026).

Lebih lanjut, siswa yang diduga keracunan dan dirujuk ke RSUD dr Loekmono Hadi Kudus sebanyak 32 siswa, RS Mardi Rahayu 23 siswa, RS Sarkies Aisyiyah 19 siswa, dan RSI Sunan Kudus 14 siswa. Lalu yang di rujuk ke RS Kumala Siwi 12 siswa, RS Kartika Husada 9 siswa, dan RS Aisyiyah sebanyak 9 siswa.

Baca juga:  Bupati Kudus Mutasi Pejabat untuk Optimalisasi Penanganan Covid-19

Terpisah, Dokter jaga Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kudus, dr. Muhammad Resa Perkasa, mengungkapkan siswa yang dirawat di IGD diduga mengalami keracunan makanan usai mengeluhkan mual hingga diare.

‘’Siswa datang jam 09.30 sampai 10.00 WIB, mual, muntah, nyeri perut, diare. Penyebabnya belum diketahui, curiganya keracunan makanan,’’ kata dr. Resa, Kamis (29/1).

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan yang komprehensif untuk memastikan kondisi pasien. Fokus utama pada penanganan triase atau kategori kegawatdaruratan yang dibedakan dengan warna hijau, kuning, atau merah.

‘’Ini masih kita pantau, ada yang beberapa tingkat urgensi tapi tidak emergency,’’ tuturnya.

Pihaknya juga membeberkan, berdasarkan keterangan dari pasien, mulai mengeluhkan mual sejak sore kemarin, Rabu (29/1), usai mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam. Kemudian, pada malam hari mulai bereaksi hingga diare.

Untuk memastikan penanganan pasien, lanjut dr. Resa, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk untuk memutuskan pasien tersebut harus rawat inap atau boleh rawat jalan. Terutama pada pasien yang mengalami diare terus menerus.

Baca juga:  Banjir di Wilayah Kaliwungu Mulai Surut

Sedang Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris memastikan ratusan siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan menu MBG, telah menerima perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

‘’Ada RSUD Kudus, RS Sarkies Aisyiyah, RS Aisyiyah, RSI Sunan Kudus, RS Kumala Siwi, RS Kartika Husada. Penanganan rumah sakit dilakukan secara cepat dan semua pasien di-cover BPJS,’’ tandasnya.

Salah satu orangtua siswa, Nur Wahidah, terlihat mengantarkan putranya yang masih mengenakan seragam SMA 2 Kudus ke RSUD Kudus dengan membonceng ojek online. Ia mengungkapkan bahwa anaknya merasa mual hingga diare usai menyantap MBG.

‘’Mules-mules, terus mulai tadi malam diare. Lalu ada temannya yang juga merasakan sama,ada yang dibawa ke rumah sakit, saya tanyakan anak saya juga masih diare, jadi saya antar ke rumah sakit,’’ katanya.

Putranya sendiri duduk di bangku kelas 1 SMA 2 Kudus. Nur menceritakan bahwa anaknya baru kali ini terkena diare karena mengonsumsi MBG. Padahal, sebelum-sebelumnya baik-baik saja dengan menu yang disediakan. ‘’Menunya kemarin soto ayam katanya,’’ tutupnya. (han/rit)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Rekomendasi

...