26 C
Semarang
Jumat, 30 Januari 2026

Menkes Targetkan Transisi Pengelolaan RS KEI ke Pemkot Solo Terealisasi Lima Tahun Mendatang

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan transisi pengelolaan Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirate Indonesia (KEI) kepada Pemerintah Kota Surakarta terealisasi dalam waktu lima tahun ke depan.

Saat ini, RS spesialis jantung tersebut masih berada di bawah manajemen RSUP dr. Sardjito Yogyakarta sebagai pendamping masa transisi.

Dalam kunjungannya ke RS KEI Solo pada Kamis (29/1/2026), Menkes menekankan bahwa waktu lima tahun adalah periode yang singkat untuk melakukan transfer teknologi dan budaya kerja.

“Saya mau tidak hanya keahlian dokternya saja, tapi tata kelola rumah sakit harus ditransfer. Termasuk budaya melayani dan manajemen keuangan. Dalam lima tahun ini harus dipersiapkan transisinya,” tegas Budi Gunadi Sadikin.

Menkes Minta Tenaga Ahli Muda Dilibatkan
Untuk mempercepat proses tersebut, Menkes secara khusus meminta Wali Kota Solo untuk menerjunkan tenaga-tenaga ahli muda yang memiliki semangat belajar tinggi. Menurutnya, anak muda lebih mudah dibentuk untuk mengadopsi budaya pelayanan kesehatan modern yang profesional.

Baca juga:  Perajin Lukis Perabot Rumah Tangga di Solo Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

“Saya sudah bilang ke Pak Wali, kasih yang muda-muda, yang pintar, yang haus belajar. Kita akan akselerasi kemampuan skill dan manajemen mereka supaya nanti dalam lima tahun sudah siap menggantikan (manajemen saat ini),” imbuhnya.

Meskipun saat ini RS KEI Solo masih banyak melayani pasien limpahan dari RSUP dr. Sardjito, Menkes mendorong agar rumah sakit ini segera bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat melalui layanan BPJS Kesehatan.

Saat ini, proses persetujuan BPJS tengah diupayakan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Solo. “Begitu BPJS disetujui, warga Solo bisa menikmati fasilitas ini tanpa harus membayar. Pak Wali sudah menyampaikan akan membantu mempercepat prosesnya,” jelas Menkes.

Baca juga:  Advokat Zaenal Mustofa Divonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara

Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut, menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung operasional RS KEI. Dukungan yang diberikan akan difokuskan pada peningkatan kualitas teknis.

“Kami sedang mempelajari cara memberikan dukungan, bukan berupa finansial, tetapi perlengkapan medis dan sumber daya lain yang membantu rumah sakit beroperasi secara profesional dan efisien,” ungkap Abdulla Salem.

RS Kardiologi Emirate Indonesia diharapkan menjadi pusat layanan jantung unggulan di Jawa Tengah yang mampu memberikan pelayanan medis berstandar internasional bagi masyarakat Solo dan sekitarnya. (dea/rit)



TERKINI

Drama Sensasional di Lisbon

Kiper Ketiga Termahal di Dunia

Ikut Panik Kiper Benfica Maju Menyerang

Rekomendasi

...