JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, bakal menjadi koperasi percontohan setelah proses pembangunan fisik rampung 100 persen. KDMP ini tidak hanya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga akan menjadi pemasok tunggal kebutuhan seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Desa Bergas Kidul.

Kepala Desa Bergas Kidul, Heri Nugroho, mengatakan KDMP ini diharapkan dapat membawa kemandirian desa, dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya, menumbuhkembangkan pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian, peternakan, dan juga unit usaha UMKM.
“Kami ingin menumbuhkembangkan pemberdayaan masyarakat, perekonomian, kesejahteraan, dalam bidang pertanian, peternakan, dan juga UMKM melalui KDMP,” ujar Heri.
Unggulan lain, lanjut Heri, KDMP Bergas Kidul akan menjadi supplier tunggal kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan MBG. Di Desa Bergas Kidul ada tiga SPPG yang akan memberikan support. Selain itu, membidik potensi desa yang merupakan kawasan industri dioptimalkan mengembangkan pemberdayaan masyarakat.
“Desa kami wilayah industri bisa menjadi support terkait pengadaan bahan baku dengan menjadi distributor, penyaluran barang jadi khususnya di Desa juga Kecamatan Bergas,” ujar Heri.
KDMP mengelola penyediaan barang dan jasa untuk mensuplai kebutuhan masyarakat petani, seperti bibit, pupuk dan obat-obatan. Diharapkan kerja sama industri dengan anggota koperasi lebih intensif. Seperti sudah berjalan, yakni, PT Sido Muncul memberikan pendampingan khususnya CSR proper bidang pengembangan peternakan, pertanian, industri kecil dan UMKM.
Upaya pencapaian itu, lanjut Heri, KDMP Bergas Kidul menghimpun pengurus yang sudah memiliki basic managerial qualified. Diantaranya, dari 9 orang pengurus yang direkrut sebanyak 6 orang diproyeksi akan menjadi motor penggerak perekonomian KDMP.
“Kita siapkan 6 orang pengurus sebagai motor penggerak koperasi. Di antara pengurus ada mantan pegawai bank BUMN yang memilih resign untuk bergabung kita, juga salah satu pemilik BMT mengundurkan diri untuk mengembangkan KDMP Bergas Kidul,” ungkapnya.

Ketua Pengurus KDMP Bergas Kidul, Gilar Wicaksono, mengatakan KDMP menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM. Para pelaku usaha kecil bisa menitipkan barang produksinya di koperasi.
Juga penyediaan distribusi kebutuhan pokok atau pun kebutuhan subsidi dari pemerintah seperti pupuk, LPG dan liainnya, lebih mudah dan juga mendapatkan harga lebih terjangkau dari sebelumnya.
Saat ini di Bergas Kidul banyak sentral UMKM yang sudah berjalan, seperti pembuatan keripik dan peternakan. Produk UMKM ini bisa dititipkan di koperasi dan dijual di koperasi. Hal itu sudah ia sosiaslisasikan di masyarakat yang akan menjadi anggota koperasi.
“Kami berharap KDMP ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi contoh bagi desa-desa lain. Persiapan operasional sudah dilakukan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat. Kami sudah sosialisasi ke tingkat RT bahkan perkumpulan-perkumpulan,” ujar Gilar.
“Kami akan terus bekerja sama dengan industri-industri sekitar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (muz)



