26 C
Semarang
Selasa, 3 Februari 2026

Beras, Ayam, dan Emas Dorong Inflasi Jawa Tengah

*Inflasi Tahunan Januari 2026 Tercatat 2,83 Persen

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi year on year (y-on-y) pada Januari 2026 sebesar 2,83 persen. Inflasi ini mencerminkan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan Januari 2025.

Statistisi Ahli Madya BPS Jawa Tengah, Wisnu Nurdiyanto mengatakan, inflasi y-on-y tersebut terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,58 pada Januari 2025 menjadi 109,60 pada Januari 2026.

“Inflasi y-on-y Jawa Tengah Januari 2026 sebesar 2,83 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh meningkatnya Indeks Harga Konsumen,” ujarnya dalam rilis resmi BPS Jawa Tengah.

Wisnu menjelaskan, inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain beras, daging ayam ras, telur ayam ras, serta rokok kretek filter.

Baca juga:  XL Axiata Raih Penghargaan CIO100 ASEAN 2022

Selain pangan, inflasi juga dipengaruhi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama akibat kenaikan harga emas perhiasan. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut memberikan kontribusi terhadap inflasi tahunan.

Faktor lain yang mendorong inflasi berasal dari kelompok transportasi serta penyediaan makanan dan minuman/restoran, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, secara bulanan Jawa Tengah pada Januari 2026 justru mengalami deflasi sebesar 0,35 persen dibandingkan Desember 2025. Deflasi ini terutama dipicu oleh turunnya harga komoditas hortikultura, seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan tomat.

Menurut Wisnu, dinamika inflasi dan deflasi tersebut menunjukkan pergerakan harga yang masih relatif terkendali. Kondisi ini menjadi indikator penting dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Jawa Tengah pada awal 2026.(aln)



TERKINI

Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 11%

Rekomendasi

...