25 C
Semarang
Selasa, 10 Februari 2026

Ziarah Makam Sunan Tembayat, Bupati Semarang Jadikan Pererat Persatuan

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha, melakukan ziarah ke makam Sunan Pandanaran II atau Sunan Tembayat di Paseban, Bayat, Klaten, sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-505 Kabupaten Semarang. Rombongan Bupati disambut Kepala Desa Paseban dan Staf Ahli Bupati Klaten.

Ziarah ini merupakan agenda rutin Pemkab Semarang untuk mendoakan para leluhur dan menghormati jasa Sunan Pandanaran II sebagai Bupati Semarang pertama dan pendiri wilayah Kabupaten Semarang. Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian dilanjutkan tabur bunga yang dipimpin langsung oleh Bupati Semarang bersama Forkopimda.

Diketahui, berdasarkan fakta sejarah dan kajian Tim Penelusur Sejarah Kabupaten Semarang, Ki Ageng Pandanaran II ditetapkan sebagai Bupati Semarang pertama pada 15 Maret 1521. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Semarang melalui Perda Kabupaten Semarang Nomor 1 Tahun 2013.

“Ki Ageng Pandanaran II ditetapkan sebagai Bupati Semarang pertama pada 15 Maret 1521, dan tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Semarang,” kata Bupati Semarang.

Baca juga:  Pemkab Semarang Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih

“Kegiatan ziarah ke makam Sunan Pandanaran II mengingatkan kita untuk bersama menciptakan suasana kondusif daerah dan memajukan Kabupaten Semarang,” ujarnya

Bupati Semarang mengajak segenap komponen daerah untuk terus bersatu memajukan Kabupaten Semarang. Moment ziarah leluhur dijadikan persatuan jajaran Pemkab dan masyarakat.

“Kami berharap jalinan sinergi ini dapat membawa kemajuan bersama dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnyanya.

Rombongan ziarah diikuti perwakilan Forkompimda, Ketua DPRD, Wabup, Ketua TP PKK, Sekda, tokoh agama, dan pimpinan OPD. Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang diwakili Staf Ahli Bupati Klaten, Sutopo, menegaskan ziarah ke makam Bupati Semarang I merupakan wujud persaudaraan kedua daerah.

Acara juga diwarnai pemotongan tumpeng oleh Bupati H Ngesti Nugraha dan diserahkan kepada Bondan Marutohening. Diserahkan pula bantuan untuk pengelolaan makam yang diterima perwakilan pengelola.

Baca juga:  Delapan Warga Terkonfirmasi COVID-19, Bupati Semarang Ingatkan Tetap Waspada

Kepala Bagian Kesra, Asep Mulyana, menerangkan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang. Rangkaian ziarah diawali makam Ki Ageng Pandanaran I di Mugas, Kota Semarang pada Rabu (4/2/2026), kemudian dilanjutkan ke makam Sunan Pandanaran II di Bayat, Klaten.

Tradisi ini menegaskan keterkaitan sejarah antara Kabupaten Semarang dan Bayat, Klaten, serta menjadi bentuk pelestarian nilai perjuangan tokoh penyebar Islam di Jawa.

“Tradisi ini menjadi wahana mengingat jasa para leluhur dan memotivasi melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan daerah,” jelasnya, Kamis (5/2/2026).

Ziarah ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang jasa Sunan Pandanaran II dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah daerah.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan sejarah daerah,” pungkas Asep. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...