30 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

Pakai Kostum Cita-cita, 25 Anak Pejuang Kanker Diwisuda

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Suasana haru sekaligus membanggakan menyelimuti Ruang Sekar Jagad, Gedung Radiologi RSUD Dr. Moewardi, Sabtu (7/2) pagi. Sebanyak 25 anak penyintas kanker merayakan kelulusan mereka dalam agenda tahunan “Wisuda Survivor” yang digelar oleh komunitas Childhood Cancer Care (3C).

Berbeda dengan wisuda sekolah pada umumnya, para wisudawan ini mengenakan kostum sesuai cita-cita mereka, mulai dari seragam TNI, dokter, hingga profesi lainnya. Kostum ini menjadi simbol harapan baru setelah mereka berhasil melewati masa pengobatan kemoterapi yang panjang dan melelahkan.

Ketua Panitia, Umar Fahrudin, menjelaskan bahwa wisuda ini adalah bentuk apresiasi moral bagi anak-anak yang telah selesai menjalani masa pengobatan. “Rangkaian prosesi meliputi pengalungan medali dan pemberian vandel. Ini penting untuk menyiapkan mereka kembali ke lingkungan masyarakat dengan rasa percaya diri,” ujarnya.

Raka Bagaskara dari komunitas 3C menambahkan, ide wisuda ini muncul dari perspektif pasien anak yang menganggap proses kemoterapi sebagai ‘sekolah’.

“Karena pengobatan kanker itu lama, antara 6 bulan sampai 2 tahun, mereka merasa kalau sudah selesai kemo itu artinya lulus sekolah. Maka kita buatkan perayaan ini agar mereka merasa perjuangannya dihargai,” jelas Raka.

Baca juga:  Mulai Banyak Kerumunan, DKK Solo Siapkan Swab Antigen di Tempat

Ketua KSM Anak RSUD Dr. Moewardi, dr. Septin Widiretnani, mengungkapkan saat ini pihaknya menangani sekitar 200 pasien anak. Jenis kanker yang paling mendominasi adalah kanker darah (leukemia) dan kanker tulang.

“Kanker darah butuh waktu pengobatan hingga 2 tahun. Kondisi yang nyaman sangat diperlukan, dan wisuda ini adalah bentuk selebrasi atas ketangguhan mereka,” kata dr. Septin.

Selain aspek medis, dukungan akomodasi juga menjadi kunci. dr. Suci Widhiati dari Yayasan Tunas Sehat Indonesia (YTSI) yang menaungi 3C, memperkenalkan keberadaan Rumah Singgah “Nenek Uti”. Tempat tinggal sementara yang berlokasi di belakang PMI Solo ini disediakan gratis bagi pasien luar kota.

“Saat ini ada sekitar 45 anak yang memanfaatkan rumah singgah. Di sana semuanya gratis, kami sediakan beras dan fasilitas masak. Ini penting karena pengobatan kanker itu jangka panjang dan mereka butuh tempat transit yang layak,” terang dr. Suci.

Trias Febri, seorang alumni penyintas kanker, memberikan kesaksian emosional di depan adik-adiknya yang masih berjuang. “Saya tidak bisa lulus tanpa semangat dari keluarga, dokter, dan teman-teman 3C. Bagi teman-teman yang masih berjuang (fighter), tetap semangat, kami selalu siap mendukung kalian,” ungkapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Baca juga:  Fakultas Teknik Univet Adopsi Sistem RPL

Wakil Walikota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir langsung untuk mengalungkan medali, menyatakan rasa bangganya atas keberanian para pejuang kecil ini. Ia menegaskan bahwa Pemkot Surakarta berkomitmen menghadirkan lingkungan yang inklusif.

“Kalian adalah pejuang sejati. Wisuda ini bukan akhir, tapi awal babak baru. Kalian berhak bermimpi setinggi langit. Pemerintah Kota Surakarta akan terus memastikan lingkungan yang ramah anak dan mendukung anak-anak dengan riwayat penyakit serius agar mendapatkan kesempatan yang sama untuk tumbuh,” tegas Astrid dalam sambutannya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini ditutup dengan pemberian goodie bag dan sesi foto bersama, memancarkan senyum optimisme dari wajah-wajah mungil yang kini siap menyongsong masa depan.

Childhood Cancer Care (3C) adalah komunitas peduli kanker anak di Surakarta di bawah naungan Yayasan Tunas Sehat Indonesia (YTSI). Selain mendampingi pasien di RSUD Dr. Moewardi, 3C juga aktif melakukan edukasi masyarakat ke sekolah-sekolah dan Posyandu mengenai deteksi dini kanker anak. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...