26 C
Semarang
Senin, 9 Februari 2026

Terpilih Ketua PMI Kabupaten Semarang, Taufik Optimalkan Manfaat Bantuan Sosial

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Musyawarah Palang Merah Indonesia Kabupaten Semarang di aula Rumah Kemasan, kompleks Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), akhir pekan kemarin, memilih Moh Taufik sebagai Ketua Masa Bakti 2026-2031.

Mantan Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pengurus PMI periode sebelumnya itu meraih 20 suara dukungan dari  21 suara yang berhak memilih. Mereka berasal dari  perwakilan pengurus PMI 19 Kecamatan, relawan dan pengurus lama. Hanya 1 suara yang memilih ketua lama, Djarot Supriyoto yang juga mantan Sekda Kabupaten Semarang.

Usai terpilih, Moh Taufik mengucapakan kalimat Istirja dengan mengemukakan semua hal milik  Allah SWT.  Menurutnya,  amanah ini akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

“Kami akan fokus pada bantuan sosial yang dibutuhkan masyarakat  sesuai arahan Bupati. Besarannya akan dimaksimalkan agar lebih bermanfaat bagi yang membutuhkan,” terangnya .

Baca juga:  Awalnya Mabuk Bareng, Ingat Masalah Lama, Lalu Ditusuk,  Warga Semarang Tewas 

Sebelumnya, saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha meminta pengurus terpilih nantinya untuk mengutamakan program yang realistis. Terutama bantuan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“PMI harus tampil di depan jika ada bencana bersama BPBD dan instansi lainnya.  Kerja sama dengan Pemkab , DPRD dan swasta harus dimaksimalkan agar kinerja PMI semakin baik,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung  pelayanan Klinik PMI untuk warga yang membutuhkan lewat program BPJS. PMI juga diminta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan guna  mendukung pemanfaatan dana jaminan kesehatan dari APBD.

Pada tahun ini, terang  Bupati,  dianggarkan Rp4,9  miliar di APBD  untuk program BPJS. Direncanakan total dana yang disediakan mencapai Rp5,6 miliar.

Baca juga:  Surat Cinta untuk Presiden Prabowo, Para Pejabat dan Seluruh Rakyat Indonesia

Sementara itu perwakilan PMI Jateng, Prof Adji Samekto yang hadir pada Muskab mengingatkan agar Ketua dan pengurus PMI yang baru nantinya cermat dalam menentukan program kegiatan.

Sebab tuntutan masyarakat semakin kritis terhadap kinerja badan publik.

“Laksanakan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Salah menempatkan program, akan jadi viral. Sebab masyarakat sekarang punya kedaulatan pribadi lewat media sosial,” pungkasnya. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...