29 C
Semarang
Rabu, 11 Februari 2026

Adhe Eliana, Wakil Bupati Karanganyar, Pemimpin Muda Progresif untuk Kemanfaatan Masyarakat

JATENGPOS. CO. ID, KARANGANYAR – Semangat dan penuh kekuatan. Begitulah yang tercermin dari figur Wakil Bupati muda di Kabupaten Karanganyar, H. Adhe Eliana, S.E., saat bertemu Tim Jateng Pos TV di Rumah Dinasnya beberapa waktu lalu.

Pribadinya yang ramah tidak membutuhkan prosedur yang rumit saat menyambut seluruh crew Jateng Pos TV yang datang jauh-jauh dari Semarang itu.

Dalam obrolannya di Podcast bersama Bejan Syahidan itu, pria kelahiran Karanganyar, 30 Agustus 1987 menceritakan kisahnya terjun ke dunia politik hingga menjadi Wakil Bupati Karanganyar.

“Jadi setelah kuliah saya mengabdikan diri di jalur Politik. Masuk ke dalam partai Politik, Partai Gerindra. Menjadi Anggota DPRD, saya 4 kali terpilih. Dan harus memutuskan mundur di tahun 2024 karena peraturan harus mengundurkan diri sebagai anggota DPRD. Dan saya berdiskusi dengan keluarga, saya ingin membuat nilai yang lebih, membuat manfaat yang lebih besar untuk masyarakat, dan maju Pilkada sebagai Wakil Bupati ini. Kuncinya saya ingin berbuat lebih untuk masyarakat di Kabupaten Karanganyar,” terang suami Wulan Fitriana Sari, A.md, yang telah dikaruniai 4 anak ini.

Menurut Mas Wabup, sapaan akrab Adhe Eliana, menjadi Wakil Bupati ini sudah berjalan hampir 1 tahun, tepatnya nanti tanggal 20 Februari 2026. Ia menyampaikan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dimulai dari tahun 2025-2029. Maka di tahun 2025 di dalam penetapan anggaran, ia hanya tinggal melaksanakan.

“Karena kami dilantik tanggal 20 Februari 2025, tugas kami (Saya dengan Pak Bupati, Pak Rober) mulai perubahan anggaran. Apa yang sudah kami lakukan? Pertama, dari 7 Program unggulan (waktu kami kampanye namanya Berlian singkatan dari (Rober Christanto-Adhe Eliana), yakni Jalan Halus Bebas Jeglongan. Kami berupaya keras dan alhamdulillah di perubahan anggaran kemarin kami anggarkan Rp 50 miliar dari khusus APBD untuk pembangunan jalan di Kabupaten Karanganyar,” ungkap Mas Wabup, pria 39 tahun itu.

Ia bersyukur sejauh ini semuanya berprogres, hasil kerjanya mulai nampak satu persatu. Tetapi apakah semuanya sudah clear, tentu belum clear karena semuanya ada proses tahapan demi tahapan. “Kita prioritaskan program, sambil jalan menuju 2026. Kita terus prioritaskan untuk jalan bebas jeglongan sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga:  Program 'Rehab' BPJS Kesehatan, Target 12.678 Peserta Penunggak

Menurutnya ini adalah sejarah, bahwa Karanganyar selama ini paling APBD digunakan untuk maintenence Rp 2 miliar, Rp 3 miliar sampai Rp 5 miliar. Tetapi khusus dari APBD saja masa pemerintahanya, Pemkab Karanganyar sudah menganggarkan Rp 60 miliar di anggaran perubahan.

“Dari mana lagi anggarannya? Kita juga punya anggota DPR RI ada Pak Sriyanto Saputro dari Fraksi Gerindra itu juga membawa IJD (Investasi Jalan Daerah), ada juga Pak Dolfie  DPR RI dari PDI Perjuangan. Dan unik juga di Karanganyar ini, ada 3 partai Pendukung Pilpres, ada PKS, Gerindra dan PDI Perjuangan. Ini simbol Bhineka Tunggal ika jadi tetap kokoh,” terang Ketua DPC Partai Gerindra Karanganyar itu.

Program selanjutnya, Serba Gratis dengan KTP. Program ini, disebutkan Adhe juga berjalan lancar karena gayung bersambut dengan program pemerintah pusat yang juga sedang gencar dilakukan, yakni Pendataan Riset Data Tunggal Sosial Nasional. Ketiga, Program Pupuk Mudah, Murah, Irigasi Lancar.

“Alhamdulillah ini sudah terbukti atas inisiasi Pak Presiden, Pak Mentri, Pak Wamentan juga. Melaksanakan dengan baik, saya juga keliling dengan masyarakat di Kabupaten Karanganyar. Saya tanya. Bagaimana Bapak Ibu, Pupuk sudah Murah? Sudah, Sudah Mudah? Sudah. Alhamdulillah ini juga sejarah karena harga pupuknya turun. Ini buat petani sangat luar biasa. Pak Presiden apresiasi ini,” ungkap Adhe.

BUKA KEBUN DURIAN

Kemudian, Program Membuka Lapangan Kerja Seluas-luasnya. Adhe bersama Bupati Rober Christanto telah berkoordinasi dengan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan dengan membawa investor dari Cina.

“Saya pamerkan, di Karanganyar ini kan gudang Durian. Jadi ke depan ingin membangun perkebunan durian. Kita komunikasi dengan Perhutani dan tanah itu bisa kita manfaatkan 60 Hektar. Itu nanti bakal menyerap ribuan pekerja. Kemudian durian ini akan kita ekspor ke Cina. Jadi karanganyar akan dibuat kebun durian. Mohon doanya karena kami sedang komunikasi dengan investor Cina,” tandasnya.

Pemkab Karanganyar juga telah meresmikan industi boneka dengan investor dari Cina. Itu menyerap tenaga kerja juga. Bupati Rober juga meminta BLK digunakan dengan baik. Maka ketika ada investor masuk, untuk SDM sudah disiapkan melalui BLK.

Baca juga:  Wawali Astrid Apresiasi Program 4.000 Sambungan Baru PDAM

Adhe juga mengungkapkan untuk APBD dari sektor pariwisata belum signifikan. Karena objek wisata milik Pemkab hanya Pemandian Saptatirta. Pak bupati menginisiasi eks pabrik gula Tasikmadu Heritage. Nah kemarin sudah  komunikasi dengan Ketua DPRD provinsi Jawa Tengah, Sumanto.

“Tasikmadu Heritage itu kita kembalikan lagi, ini menjadi sumber masukan bagi Pemkab Karanganyar, rencana akan dibuat lintasan lari (jogging track). Karena kita tidak punya jogging Track. Joging Track buat lintasan yang baik, parkirnya jalan, atau dikelola bakal menjadi pedapatan juga yang luar biasa,” ujarnya.

KASATGAS MBG

Adhe juga diberi amanah sebagai Kasatgas MBG oleh Bupati Karanganyar. Ini program yang sangat luar biasa dari pemerintah pusat. Bagaimana menyiapkan anak-anak Indonesia untuk menyambut Indonesia emas 2045.

“Maka saya menjadi Kasatgas ini menjadi tantangan mempersiapkan anak-anak kita. Di Karanganyar sudah ada 85 dapur yang beroperasional. Data kita sekitar 116  titik  dapur yang sudah terverifikasi. Tapi yang sudah beroprasional 85. Bahkan kami keliling terus. Ada apa sih. Mungkin namaya program baru ada kurangnya pasti. Tidak mungkin tidak ada kurangnya. Tetapi pasti kita mitigasi apa yang kurang. Akhirnya kita hadir dan alhamdulillah di Karanganyar bisa kita atasi dengan baik. Semua masyarakat menyambut dengan baik,” tegasnya.

 

Selain itu, di Karanganyar ini jika disimulasikan, kata Ade stu dapur MBG belanja kebutuhan pokok (telur daging beras gula sayur) hampir 20-30 juta per hari. Untuk belanja menyiapkan 3000 porsi kali 100  sudah Rp 2 miliar berputar di masyarakat.

 

“Jadi kita bisa memanfaatkan Rp 2 miliar ini. Nah kemarin pak Bupati dan saya berdiskusi ingin   telur dari Peternak Karanganyar. Sayur dari Petani Karananyar. Perputaran  Rp 2 miliar yang ada di karanayar itu harus habis di masyarakat. Untuk mengakomodir bagaimana nanti stabilisasi harga juga. Maka ada yang namanya KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) bagaimana bisa mengelola sehingga panenan di masyarakat bisa dikontrol dengan baik. Kalau dulu ada namanya Resi gudang ditumpuk di situ dikembalikan ke masyarakat. Jadi hasil bumi kita untuk kita. Uangnya juga untuk Karanganyar,” tandasnya. (yas)



TERKINI

Rekomendasi

...