31 C
Semarang
Kamis, 12 Februari 2026

Partisipasi Publik Kunci Sukses dalam Pembangunan Kota Semarang

JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Semarang terus mendorong partisipasi publik untuk terlibat aktif dalam perencanaan pembangunan kota. Sebab, keberhasilan pembangunan sebuah kota bisa dicapai dengan peran serta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Dialog Interaktif bersama DPRD Kota Semarang bertajuk “Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Kota Semarang di Gedung Fisip Undip, Tembalang Semarang, Rabu (11/2/2026).

Menurut Suharsono, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan kota saat ini masih belum optimal. Karena partisipasi belum mencangkup terlibat di semua tahapan. “Seharusnya partispasi publik sebesar mungkin untuk dilibatkan, mulai dari perencanaan awal, pengganggaran, pelaksaaan dan evaluasi,” ujarnya.

Baca juga:  Di Depan Ribuan Mahasiswa Baru, Ahmad Luthfi: Mahasiswa Polines Masa Depan Investasi, Disiplin itu dari Hati Bukan Keterpaksaan

“Termasuk dalam penyusunan Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan sampai penetapan APBD, masyarakat pun punya andil di sana. Bisa dalam bentuk seperti diskusi publik, dan kegiatan lainnya yang terkait bagian dari menyerap aspirasi masyarakat,” kata Suharsono.

Dalam dua tahapan ini, perlu peran masyarakat untuk bersama sama agar pembangunan kota berkualitas dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. “Mulai dari penyusunan perencanaan tahunan (RKPD) melalui Musrenbang tingkat kelurahan dan kecamatan, lalu penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), pembahasan bersama DPRD, hingga penetapan Perda APBD,” pungkasnya.

Kepala Bappeda Kota Semarang, sekaligus Pj Sekda, Budi Prakosa mengatakan, bahwa masyarakat bisa ikut menyampaikan aspirasi dalam proses perencanaan pembangunan kota. Serta bisa ikut juga melakukan pengawasan melalui kanal- kanal aduan agar ditindaklanjuti.

Baca juga:  Akademisi Dukung Program Kartu Prakerja Jadi Bagian Penanganan Pandemi

“Memang dalam setiap perencanaan akan melewati tahapan yang ada yakni mulai berjenjang di tingkat RT/RW, melalui Musrenbang. Sebelum dilanjutkan menetapkan RKPD, untuk jadi KUA dan APBD,” imbuhnya.

Sementara, Dekan Fisip Undip, Teguh Yuwono mengatakan ,bahwa kota Semarang saat ini telah menjadi kota dunia yang memiliki destinasi dikenal hingga mancanegara, seperti Kota lama yang tengah didaftarkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

“Sehingga penting untuk membuat kota ini menjadi nyaman untuk masyarakatnya dan wisatawan. Lalu, harus direspon cepat dari pemerintah juga menjadi penting dalam upaya membuat pembangunan kota bisa berhasil. Misalnya dalam hal penanganan sampah dan infrastuktur harus direncanakan dengan baik juga,”katanya. (sgt)



TERKINI

Rekomendasi

...