29 C
Semarang
Jumat, 13 Februari 2026

Thomas Frank Out Pochettino Masuk

JATENGPOS.CO.ID,  LONDON – Tottenham Hotspurs resmi memecat sang manajer, Thomas Frank, Rabu (11/02/2026). Dia dipecat meskipun belum genap delapan bulan menempati jabatannya. Keputusan tersebut diambil petinggi klub setelah Tottenham Hotspur kalah 1-2 dari Newcastle United, Rabu (11/02/2026) dini hari WIB.

Spurs kini berada di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris dan hanya berjarak lima poin dari zona degradasi setelah rangkaian hasil yang sangat mengecewakan.

Tim asal London Utara itu tidak meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir Premier League, rentetan tanpa kemenangan terpanjang mereka sejak Oktober 2008.

Tottenham hanya memenangkan dua dari 17 pertandingan liga terakhir dan mengumpulkan 12 poin saja dalam periode tersebut.

Berikut pernyataan resmi Tottenham Hotspur tentang pemecatan Thomas Frank: “Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim putra dan Thomas Frank akan meninggalkan jabatannya hari ini,” bunyi pernyataan di situs resmi Tottenham.

“Thomas ditunjuk pada Juni 2025, dan kami bertekad memberinya waktu serta dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa membuat Dewan Direksi menyimpulkan bahwa perubahan pada titik musim ini menjadi diperlukan.”

Baca juga:  100% Siap Dinaturalisasi

“Sepanjang waktunya di klub, Thomas menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan, memberikan segalanya dalam upayanya membawa klub maju. Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan,” imbuh Tottenham.

Spurs dikabarkan tengah menyusun rencana untuk memulangkan Mauricio Pochettino setelah resmi memecat Thomas Frank dari kursi pelatih. Keputusan tersebut diambil menyusul kekalahan 1-2 dari Newcastle United di ajang Premier League.

Frank harus angkat kaki di tengah performa buruk Spurs musim ini. Klub asal London Utara itu kini terpuruk di posisi ke-16 klasemen, hanya terpaut lima poin dari zona degradasi. Dari 26 pertandingan liga, Tottenham baru mencatatkan tujuh kemenangan, delapan hasil imbang, dan 11 kekalahan.

Kekalahan dari Newcastle menjadi puncak kekecewaan suporter. Seusai laga, para fans terdengar meneriakkan nama Mauricio Pochettino di stadion, berharap mantan pelatih mereka itu kembali menukangi tim.

Menurut laporan The Telegraph, manajemen Spurs berencana menunjuk pelatih interim hingga akhir musim sebelum bergerak untuk merekrut Pochettino secara permanen. Namun, Tottenham harus bersabar karena pelatih asal Argentina itu saat ini menangani tim nasional Amerika Serikat dan akan memimpin mereka di ajang Piala Dunia.

Baca juga:  City Dilumat Kuda Hitam Asia

Artinya, kepulangan Pochettino ke London Utara baru bisa terealisasi setelah turnamen tersebut berakhir. Meski begitu, keinginan klub dan dukungan suporter bisa menjadi faktor kuat dalam mewujudkan reuni yang telah lama dinantikan.

Spurs kini berada di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris dan hanya berjarak lima poin dari zona degradasi setelah rangkaian hasil yang sangat mengecewakan.

Tim asal London Utara itu tidak meraih kemenangan dalam delapan laga terakhir Premier League, rentetan tanpa kemenangan terpanjang mereka sejak Oktober 2008.

Tottenham hanya memenangkan dua dari 17 pertandingan liga terakhir dan mengumpulkan 12 poin saja dalam periode tersebut.

Pochettino dianggap sebagai sosok yang paling mampu menyatukan kembali Tottenham. Pelatih asal Argentina itu pernah membawa Spurs ke level tertinggi dalam satu dekade terakhir, termasuk final Liga Champions 2019.

Namun, kendala terbesar adalah komitmennya bersama Timnas Amerika Serikat yang sedang mempersiapkan diri menuju Piala Dunia 2026. Artinya, Spurs kemungkinan harus menunggu hingga musim panas. (bol/riz)



TERKINI

Rekomendasi

...

Klub Impian Masa Kecil

Pelampung Penyelamat The Reds

Liverpool vs Crystal Palace

Everton Pecat Lampard

Iran Cukup Seri