27 C
Semarang
Jumat, 13 Februari 2026

Polrestabes Antisipasi Gangguan Kamtibmas Jelang Ramadan

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Menjelang bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polrestabes Semarang bersama jajaran dan instansi terkait akan menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi Pekat Candi – 2026.

Operasi ini dilaksanakan selama 20 hari, mulai 17 Februari hingga 8 Maret 2026, sebagai langkah strategis menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Kota Semarang.

Kabag Ops Polrestabes Semarang AKBP Asep Supiyanto menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan personel dalam menghadapi potensi peningkatan gangguan kamtibmas.

“Operasi ini mengedepankan penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis, guna mencegah dan menanggulangi penyakit masyarakat sehingga suasana Ramadhan hingga Idul Fitri dapat berlangsung aman dan nyaman,” jelasnya.

Baca juga:  15 Taruna PIP Semarang Dianiaya Senior di Luar Kampus, Satu Orang Tewas

Langkah tersebut didasarkan pada evaluasi data DORS periode Desember 2025 hingga Januari 2026. Tercatat jumlah gangguan kamtibmas meningkat dari 94 kasus menjadi 143 kasus atau naik 52,1 persen.

Kategori kejahatan mengalami lonjakan signifikan dari 61 kasus menjadi 115 kasus, pelanggaran naik dari 1 menjadi 2 kasus, sementara non kejahatan menurun dari 32 menjadi 22 kasus dan kejadian bencana alam meningkat empat kali lipat.

“Dalam pelaksanaannya, operasi ini menyasar berbagai bentuk penyakit masyarakat. Satgas Petasan, Judi Konvensional, dan Premanisme menargetkan pengungkapan kasus petasan serta kasus judi konvensional dan premanisme,” tegas Kabag Ops Polrestabes Semarang.

Untuk mendukung keberhasilan operasi, jajaran fungsi juga diberikan rekomendasi langkah strategis. Samapta dan Binmas diminta meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) melalui pendekatan preemtif dan preventif.

Baca juga:  Dana Desa 2026 Dipangkas, Dispermasdes Kabupaten Semarang Fokus Program Pembangunan KDMP

Satreskrim diarahkan mengoptimalkan penyelesaian perkara guna meningkatkan capaian penyidikan. Satlantas melakukan mitigasi daerah rawan laka dan kemacetan disertai penegakan hukum.

Polsek jajaran melakukan mitigasi bencana serta inventarisasi tunggakan kasus, sementara fungsi intelijen meningkatkan deteksi dini terhadap potensi gangguan, termasuk mencegah unjuk rasa anarkis.

AKBP Asep Supiyanto, juga menegaskan, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah pengungkapan kasus, tetapi juga dari terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Dengan sinergi dan partisipasi aktif warga, kita wujudkan Kota Semarang yang aman, tertib, dan kondusif selama Ramadhan hingga Idul Fitri,” pungkasnya. (ucl/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...