29 C
Semarang
Sabtu, 14 Februari 2026

Perempuan Kudus Diajak Lestarikan Kebaya dan Perkuat Ekonomi Lokal

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menghadiri Pengukuhan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (12/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris, yang menampilkan Tari Caping Kalo sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

Dalam sambutannya, Sam’ani menegaskan bahwa kebaya, bordir, batik, hingga caping kalo, merupakan kekayaan lokal yang harus terus diuri-uri sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Pihaknya menyampaikan bahwa gerakan berkebaya di Kabupaten Kudus telah menjadi komitmen bersama, termasuk kebijakan ASN perempuan mengenakan busana Kudusan setiap hari Kamis dan pakaian adat Kudus setiap tanggal 23.

‘’Hari ini hari yang istimewa, ibu-ibu memakai kebaya dalam Perempuan Berkebaya Indonesia Kabupaten Kudus. Ini bentuk komitmen kita melestarikan budaya. Terlebih kebaya kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO,’’ ujar Bupati Sam’ani.

Baca juga:  Pasien Sembuh COVID-19 di Kudus Mencapai 5.120 Orang

Menurutnya, gerakan tersebut juga berdampak positif terhadap perekonomian daerah. UMKM kebaya, bordir, batik, hingga caping kalo semakin berkembang dan diminati masyarakat.

“UMKM menjadi luar biasa. Kebaya, bordir, batik, caping kalo laris semua. Ini identitas dan kebanggaan masyarakat Kudus,” tegasnya.

Bupati Sam’ani juga mengapresiasi dukungan pihak swasta yang akan mendukung agenda pemecahan Rekor MURI Tari Caping Kalo pada peringatan Hari Jadi Kudus mendatang, melanjutkan kesuksesan Tari Kretek yang sebelumnya mencatatkan rekor dengan melibatkan 1.405 penari terdiri dari siswa sekolah dan anggota sanggar tari.

Bupati turut mengucapan selamat kepada para pengurus PBI yang baru dilantik dan berharap mampu berkolaborasi lintas profesi dalam mengampanyekan kebaya.

Baca juga:  Fraksi Demokrat DPRD Kudus Tolak KLB Deli Serdang

“Kami ucapkan selamat kepada ibu-ibu pengurus PBI yang baru dilantik. Ada pengusaha, artis, dokter, lengkap semua. Semoga bisa berkolaborasi untuk melestarikan kebaya. Perempuan berkebaya itu tutur kata dan langkahnya halus, semakin cantik, santun, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ungkapnya.

Di akhir acara, kegiatan ditutup dengan fashion show oleh anggota PBI, istri Forkopimda, dan istri kepala OPD yang menampilkan beragam busana kebaya khas Kudus. Penampilan tersebut semakin menegaskan bahwa kebaya bukan sekadar busana, melainkan simbol jati diri, keanggunan, serta kekuatan perempuan dalam menjaga dan menghidupkan warisan budaya. (mas/han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...