26 C
Semarang
Senin, 16 Februari 2026

Sukses IHR Jateng Derby 2026 di Tegalwaton, Pacuan Kuda Indonesia Siap Bersaing di Panggung Internasional

JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Indonesia’s Horse Racing (IHR) Jateng Derby 2026, seri pembuka dari IHR 2026, telah selesai digelar di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). Event ini berhasil menarik lebih dari 37.000 pengunjung, meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun lalu.

IHR Jateng Derby 2026 diikuti oleh 169 kuda terbaik dari 12 provinsi di Indonesia yang berlaga dalam 18 kelas/race. Sebanyak 54 kuda naik podium dan berhak membawa pulang total hadiah Rp497,5 juta.

Kuda Nara Eclipse, Whoosh Agis, Kana Eclipse, dan Danantara meraih hasil terbaik dalam debut mereka sebagai kuda 3 tahun di musim ini. Sementara sejumlah kuda terbaik dari IHR 2025 seperti Kasmaran, Dominator, Arceus Nagari, dan Naga Sembilan, kembali menunjukkan performa unggul.

Eclipse Stable dari Jawa Tengah menjadi stable peraih posisi podium terbanyak disusul BHM Stable dari Kalimantan Selatan dan King Halim Stable dari Jawa Barat, masing-masing memperoleh 8, 6, dan 4 podium. Adapun joki dengan perolehan posisi podium terbanyak adalah Meikel Soleran dengan 5 podium, serta Achmad Saefudin dan Rizky Nugraha yang masing-masing mendapatkan 4 podium.

“Kami gembira dapat melihat respon yang begitu tinggi dari masyarakat terhadap event pacuan kuda ini. Ini hasil dari strategi kami untuk semakin banyak menambahkan elemen hiburan dalam gelaran pacuan kuda, guna memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam menyaksikan dan menikmati pacuan kuda,” ujar kata Co-Founder & CEO Sarga.Co, Aseanto Oudang.

Musisi kenamaan Ndarboy menjadi guest star dan guest commentator Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Musisi kenamaan Indonesia, Ndarboy, yang hadir sebagai guest star dan guest commentator, mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat terhadap pacuan kuda.

“Ini merupakan pengalaman pertama saya hadir dalam event pacuan kuda. Terus terang banyak sekali yang membuat saya kaget. Pertama, kaget karena ternyata Indonesia memiliki gelaran pacuan kuda yang begitu baik dan profesional. Kedua, kaget karena antusiasme pengunjung begitu tinggi terhadap pacuan kuda,” kata Ndarboy.

Youtuber Ade Setyawan, yang melakukan re-streaming IHR Jateng Derby 2026, juga mengaku terkejut dengan respon dan keterlibatan netizen dalam re-streaming.

“Ini pengalaman baru bagi saya untuk menganalisa kuda dan stable di Indonesia. Pengalaman yang seru dan mengejutkan, khususnya karena respon dan keterlibatan netizen dalam re-streaming,” katanya.

Baca juga:  Sinergitas UKSW dan Kabupaten Bengkayang untuk Majukan Daerah

Dengan selesai digelarnya Jateng Derby 2026, IHR 2026, signature series pacuan kuda tingkat nasional yang dipromotori oleh (tautan tidak tersedia), resmi bergulir. Total ada 8 kejuaraan yang akan digelar dalam IHR 2026 sampai pada akhir tahun nanti.

IHR 2026 mengambil tema “Race to the World Stage” yang menggarisbawahi komitmen (tautan tidak tersedia) untuk meningkatkan ekosistem pacuan kuda Indonesia ke standar internasional melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan acara, penguatan pengembangan atlet, peningkatan kesiapan venue, serta perluasan jangkauan pemirsa.

Kejuaraan-kejuaraan IHR 2026 akan digelar oleh Sarga.Co bekerjasama dengan PP PORDASI di sejumlah provinsi di Indonesia yakni Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Utara.

Dengan demikian, IHR 2026 diharapkan dapat meningkatkan popularitas olahraga pacuan kuda di Indonesia dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Peserta pacuan kuda Jateng Derby 2026 berpacu memenangkan juara di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Kejar Standar Internasional

Ketua Komisi Pacu Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) Muchamad Munawir mengungkapkan bahwa joki Indonesia masih jauh tertinggal dari standar internasional. Hal ini disampaikan saat ditemui dalam event National Indonesia’s Horse Racing (IHR) di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Minggu 15 Februari 2026.

Untuk meningkatkan kualitas joki Indonesia, PP Pordasi akan mengirim perwakilan joki terbaik untuk mendapatkan training di Negara Prancis. Selain itu, PP Pordasi juga berencana membuat track khusus pacuan kuda standar internasional untuk meningkatkan kualitas olahraga pacuan kuda di Indonesia.

“Dengan membuat track internasional, kita bisa mengundang kuda dan joki luar negeri, sehingga joki kita bisa belajar dan meningkatkan kualitasnya,” kata Munawir.

Dalam IHR Jateng Derby 2026, PP Pordasi menghadirkan 169 kuda pacu terbaik Indonesia yang berlaga di 18 kelas. Ke-169 kuda pacu itu perwakilan dari 12 provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Baca juga:  Ngesti Nugraha Doa Bersama Jamaah Thariqah Annahdliyah Syadziliyah

Munawir mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap olahraga pacuan kuda semakin meningkat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang mencapai 169 peserta, meningkat dari tahun lalu yang hanya 123 peserta.

“Kami melihat antusiasme yang begitu tinggi dari para horse owner dan stable untuk mengikutsertakan kuda-kudanya dalam IHR Jateng Derby 2026,” tambah Munawir.

IHR Jateng Derby 2026 juga memecahkan rekor dengan jumlah pendaftaran yang mencapai 244 kuda. Untuk mengakomodir antusiasme ini, PP PORDASI sebelumnya memang telah menggelar pre-IHR race pada Sabtu 14 Februari 2026, mempertandingkan lima kelas yang diikuti total 43 kuda.

Dua kelas paling bergengsi di IHR Jateng Derby 2026 adalah Kelas 3 Tahun Derby Div. I yang berhadiah Rp100 juta dan Kelas 3 Tahun Remaja Div. I dengan hadiah Rp50 juta. Kelas bergengsi lainnya adalah Kelas Terbuka 2.000 meter dengan hadiah Rp50 juta.

Antusiasme penonton Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (15/2/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Munawir menambahkan bahwa IHR Jateng Derby 2026 tidak hanya meningkatkan kualitas olahraga pacuan kuda, tetapi juga meningkatkan ekonomi lokal.

“Dengan adanya event ini, kami berharap dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dan mempromosikan pariwisata di Jawa Tengah,” tambahnya.

IHR Jateng Derby 2026 merupakan salah satu event olahraga terbesar di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan popularitas olahraga pacuan kuda di negara ini. Event ini juga akan menjadi ajang untuk mempertemukan kuda-kuda terbaik Indonesia dan meningkatkan kualitas olahraga pacuan kuda di negara ini.

Dalam IHR Jateng Derby 2026, akan ada beberapa kuda pacu yang akan berlaga, termasuk kuda-kuda ex-derby 2025 seperti Romantic Spartan, Romeo Berjaya, dan Kashmir Pararaja. Mereka akan bersaing dengan kuda-kuda lain untuk memperebutkan gelar juara.

VP Marketing & Operation PT Kuda Pacu Indonesia Kevin Jonathan Van Houten berharap bahwa IHR Jateng Derby 2026 dapat melahirkan bintang dan prestasi baru dalam olahraga pacuan kuda Indonesia.

“Kami berharap bahwa IHR Jateng Derby 2026 dapat membawa pacuan kuda Indonesia semakin dikenal di tanah air dan di mata dunia,” kata Kevin. (muz)



TERKINI

Rekomendasi

...

Safari Harmoko

Bengkel Hijrah Iklim Ajak Dai Muda Siar...