JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Spesial screening (penayangan khusus) Film genre drama keluarga “Titip Bunda di Surga-Mu” yang diputar di bioskop Mal Ciputra Semarang, pada Sabtu (14/2/2026) petang lalu, mampu memikat hati penonton.
Film yang digarap di Kota dan Kabupaten Semarang ini, di bintangi deretan artis ternama tanah air yakni Meriam Bellina, Asri Welas, Ikang Fawzi, Acha Septriasa, Kevin Julio, Abun Sungkar, Zora Vidyanata, serta Bayu Ramli.
Film yang diadaptasi dari novel “Titip Bunda di Surga-Mu” karya Dono Indarto dan Zora Vidyanata tersebut pada inti cerita yang menguras air mata penonton ini, menyajikan kesalahpahaman dan kegagalan komunikasi antara anak dan orang tua.
Film yang akan tayang pada 26 Februari 2026, serentak di bioskop seluruh Indonesia itu, juga sarat pesan positif dari masalah yang dialami tiga bersaudara yang putus asa tatkala terbentur persoalan keuangan.
Hingga ketiga anak tersebut berubah dan belajar tentang arti bakti, waktu dan kehilangan sosok seoarang Bunda.
Usai pemutaran film sang aktris senior Meriam Bellina yang memerankan sosok bunda, tokoh sentral dalam film tersebut, menyampaikan pesan betapa pentingnya komunikasi dan saling peduli antara orang tua dan anak.
“Sebuah gambaran kehidupan dalam berkomunikasi yang bisa di maknai dalam film ini. Tak hanya dengan Bunda, tapi juga kepada ayah, adik, dan kakak, harus saling menghargai,” ujarnya.
Ia berharap, film Titip Bunda di Surga-MU, bisa menjadi inspirasi masyarakat dalam hal kebaikan, khususnya hubungan antara anak dan orang tua.
Senada, Bayu Ramli yang berperan sebagai bos di sebuah stasiun televisi, atasan dari tokoh Adam salah satu anak yang terlibat persoalan. Ia, mengaku bangga dalam keterlibatanya dalam film tersebut.
“Film ini, bisa menjadi teladan. Sesibuk apa pun kita, harus tetap meluangkan waktu untuk orang tua sebelum mereka tiada. Penyesalan itu selalu datang ketika waktunya sudah sangat singkat,” ujarnya.
Ia, juga mengaku bangga, bisa terlibat dalam film yang dihuni deretan artis senior dan mengangkat potensi Kota Semarang.
“Ada banyak hal positif yang bisa diambil alam film ini dan bukan sekadar drama keluarga, melainkan cermin kehidupan dan sekaligus mengangkat potensi Kota Semarang dan sekitarnya,” pungkas Bayu Ramli. (ucl/rit)






