JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4,0 triliun pada tahun buku 2025. Angka tersebut tumbuh 14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya, setelah memperhitungkan dampak implementasi PSAK 338.
Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perseroan mampu menjaga momentum pertumbuhan intermediasi dan profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terkendali. “Kami terus mengimplementasikan prioritas strategis secara disiplin sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kepercayaan nasabah dan dukungan seluruh karyawan menjadi kunci capaian ini,” ujarnya, Rabu (19/2).
Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp212,7 triliun atau tumbuh 9 persen yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan 14 persen pada lini Enterprise Banking and Financial Institution, 10 persen pada Consumer Banking, 7 persen pada SME Banking, serta 2 persen pada pembiayaan otomotif melalui entitas anak, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp176,9 triliun atau naik 16 persen yoy. Dana murah (CASA) tumbuh 18 persen menjadi Rp75,2 triliun. Pada sisi pendapatan, Danamon membukukan pendapatan operasional sebesar Rp21,6 triliun, naik 5 persen yoy. Pendapatan non-bunga tumbuh 9 persen menjadi Rp3,7 triliun, dengan kontribusi signifikan dari pendapatan tresuri yang melonjak 64 persen yoy.
Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) tercatat Rp9,6 triliun atau naik 4 persen yoy. Seiring penurunan biaya kredit sebesar 10 persen yoy, laba bersih konsolidasian mencapai Rp4,0 triliun. Margin bunga bersih (NIM) berada di level 7,7 persen.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL bruto membaik menjadi 1,7 persen dan NPL coverage ratio mencapai 280,7 persen. Rasio Loan at Risk (LAR) tercatat 8,3 persen, sementara LAR coverage ratio meningkat menjadi 54,9 persen. Dari sisi likuiditas, rasio LCR berada di level 158,9 persen dan NSFR 117,9 persen. Adapun rasio KPMM konsolidasian mencapai 25,4 persen, jauh di atas ketentuan regulator.
Sepanjang 2025, Danamon juga memperkuat sejumlah ekosistem prioritas. Pada sektor otomotif, pembiayaan kendaraan bermotor melalui kolaborasi dengan Adira Finance tumbuh 41 persen menjadi Rp2,1 triliun, termasuk melalui partisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS). Di ekosistem haji dan umrah, jumlah mitra biro perjalanan naik 31 persen yoy dengan pertumbuhan rekening 43 persen yoy.
Selain itu, Danamon melanjutkan transformasi digital melalui aplikasi D-Bank PRO untuk nasabah ritel dan Danamon Cash Connect bagi nasabah korporasi. Transaksi D-Bank PRO tumbuh 35 persen yoy dengan nilai transaksi naik 29 persen, sedangkan Danamon Cash Connect mencatat pertumbuhan volume transaksi 11 persen dan nilai transaksi 16 persen yoy.
Pada Juli 2025, Danamon juga memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK) Konglomerasi Keuangan MUFG di Indonesia. Selanjutnya, pada 1 Oktober 2025, Adira Finance menyelesaikan penggabungan usaha dengan PT Mandala Multifinance Tbk, sehingga memperkuat posisi grup di industri pembiayaan nasional.
Danamon menyatakan paparan kinerja FY2025 dan laporan keuangan auditan dapat diakses melalui situs resmi perseroan dan Bursa Efek Indonesia.(aln)






