28 C
Semarang
Jumat, 20 Februari 2026

Taman Bojana Dilirik jadi Hotel, Pusat Kuliner Dipertahankan

JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus mencatat ada dua investor lokal yang berminat memanfaatkan lahan Taman Bojana Kudus, menjadi sebuah tempat penginapan atau hotel. Menyusul lokasi pusat kuliner ‘Kota Kretek’ itu dinilai cukup strategis.

Namun demikian, pemerintah daerah setempat masih menginginkan agar Taman Bojana menjadi pusat jual-beli jajanan khas Kudus. Hal itu diungkapkan Kepala BPPKAD Kabupaten Kudus, Djati Solechah, Kamis (19/2/2026).

‘’Meskipun ada investor yang berminat menjadikan lokasi tersebut sebagai perhotelan, tetapi Pemkab Kudus tetap menginginkan tersedianya pusat kuliner khas Kudus selain menjadi tempat penginapan,’’ ujar Djati Solechah di Kudus, Kamis kemarin.

Baca juga:  Tahun 2024 Kabupaten Pati Ditarget Kemiskinan Ekstrim 0 Persen

Ia mengungkapkan prioritas tetap digunakan untuk usaha kuliner, karena selama ini keberadaan Taman Bojana yang merupakan bangunan tahun 1996 tersebut memang untuk memberikan kesempatan kepada pelaku usaha kuliner khas Kudus.

Selain untuk kuliner dan toko elektronik, gedung berlantai yang digunakan sebagai tempat penginapan juga dilengkapi parkir yang memadai. Dari luas lahan Taman Bojana sekitar 3.300 meter persegi, terdapat 129 kios yang ditempati para pedagang kuliner maupun alat telekomunikasi, kosmetik, kaos, serta cenderamata.

Kedua investor tersebut, kata Djati, hingga saat ini baru sebatas menyatakan ketertarikan dan belum menyampaikan proposalnya, termasuk desain bangunan dan kebutuhan investasinya.

‘’Untuk sementara, nilai investasi untuk membangun tempat penginapan di pusat kota tersebut kami belum mengetahui,’’ tandasnya.

Baca juga:  Ganjar Minta Semua Perusahaan di Jateng Terapkan Prokes Secara Ketat

Terkait keinginan Pemkab Kudus agar keberadaan pedagang yang berjualan aneka makanan khas Kudus, kata dia, kedua investor tersebut menyatakan kesediaannya untuk menyediakan tempat berjualan untuk mereka.

‘’Hanya saja, tantangan yang dihadapi untuk menyediakan tempat sementara untuk mereka berjualan selama proses pembangunan bangunan hotel berlangsung,’’ pungkasnya. (han/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...