JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Genap setahun sudah Bupati Karanganyar Rober Christanto dan Wabup Adhe Eliana memimpin Kabupaten Karanganyar, Jumat (20/2).
Program jalan halus bebas jeglongan masih menjadi sorotan warga dan terus diharapkan terselesaikan. Selain itu, prioritas program digitalisasi didorong kalangan legislator untuk memberikan layanan terbaik, juga untuk optimalisasi pendapatan daerah.
Ketua PKS Karanganyar, Darwanto mengapresiasi kepemimpinan Rober Christanto dan Adhe Eliana yang tetap menjaga keberlangsungan pembangunan, melanjutkan pembangunan, terutama di ranah infrastruktur itu tetap berjalan sesuai dengan program unggulannya. Kemudian terkait pembangunan ekonomi pasca pandemi juga terus ada peningkatan.
“Perlunya menjaga tren baik ini untuk digitalisasi. Menyeluruh di semua bidang, termasuk kesehatan, itu untuk memangkas antrian di layanan kesehatan. Sama untuk meningkatkan pendapatan juga mengurangi kebocoran,” terang Ketua PKS Karanganyar, Darwanto pada wartawan, Kamis (19/2).
Selanjutnya, untuk mengoptimalkan potensi wisata lokal. Karena potensi wisata di Karanganyar besar, potensi wisata di wilayah Timur atau lereng Gunung Lawu itu masih banyak yang perlu dikelola secara optimal.
“Pada wilayah barat di Dayu, Gondangrejo itu. Itu cocok untuk wisata edukasi. Hanya saja saat ini sepertinya promosinya kurang. Harus lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Karanganyar, Kurniadi Maulato menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar selalu memfokuskan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik di tahun 2025 lebih-lebih di tahun 2026 untuk mendukung program unggulan Bupati Rober Christanto dan Wakil Bupati Adhe Eliana. Semua program dipastikan juga dialokasikan sesuai dengan kemampuan keuangan.
“Baik di 2025, Lebih-lebih 2026 itu kan kita tetap melaksanakan program itu. Tapi kita putuskan yang paling prioritas dulu, yakni jalan bebas jeglongan,” jelasnya.
Menurut Kurniadi, untuk bisa merealisasikan program jalan bebas jeglongan di satu tahun ini belum bisa. Pihaknya tetap berusaha agar semuanya terealisasi, seperti jalan bebas jeglongan itu diusahakan dari berbagai sumber pendanaan, mulai dari APBD, APBN, dan lainnya.
“Tetap kita ikhtiar untuk mewujudkan itu. Termasuk program yang lain juga seperti itu. Berprogres dan berprogres, yang lain pun juga kita berusaha untuk bisa diwujudkan keseluruhan. Namun karena kondisi kita harus realistis, kemampuan keuangan kita yang tidak dalam kondisi standar. Otomatis kita memilih yang lebih prioritas,” tandasnya. (yas/rit)






