JATENGPOS.COM, SEMARANG– Transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jawa Tengah terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah pengguna QRIS tumbuh sekitar 8 persen atau bertambah kurang lebih 800 ribu pengguna baru hingga posisi Januari 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan capaian tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai tiga besar nasional dari sisi pertumbuhan pengguna dan volume transaksi. Sementara dari sisi merchant, Jateng berada di posisi keempat terbaik secara nasional.
“Kurang lebih ada tambahan 800 ribu pengguna baru sampai Januari 2026. Untuk volume transaksi kita tiga terbaik di Indonesia, dan merchant QRIS kita keempat terbaik nasional,” ujarnya, didampingi Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Nita Rahmaniah dan Andi Reinasari, saat Pers Conference terkait ‘Strategi Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Pengelolaan Uang Rupiah Periode Ramadan dan HKBN Idul Fitri 1447 H, Rabu (25/2/2026).
Ia menambahkan, lebih dari 72 persen merchant QRIS di Jawa Tengah berasal dari segmen UMKM. Hal ini menunjukkan digitalisasi sistem pembayaran semakin inklusif dan mampu menjangkau pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah, dengan QRIS ini keuangan digital semakin inklusif dan benar-benar membantu masyarakat, khususnya UMKM,” katanya.
Memasuki Ramadan, BI Jateng menggencarkan perluasan akseptasi QRIS, khususnya menyasar pedagang kaki lima (PKL) di area Car Free Day (CFD). Program ini telah dimulai sebagai pilot project pada 1 Februari dan akan direplikasi di sejumlah titik CFD lainnya.
Menurutnya, langkah tersebut untuk mempercepat onboarding UMKM agar semakin terbiasa menggunakan transaksi non tunai. Pada saat yang sama, BI juga memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mendorong elektronifikasi transaksi keuangan daerah.
“Kami melakukan konsolidasi untuk meningkatkan transaksi digital non tunai, baik dalam penerimaan pajak dan retribusi maupun belanja daerah secara digital,” jelasnya.
Program tersebut turut didukung penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) oleh seluruh pemerintah daerah di Jawa Tengah. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pembayaran digital di level daerah.
Selain menyasar PKL, BI Jateng juga memperluas penggunaan QRIS di masjid melalui program “Ramadan Makin Berkah dan Praktis Pakai QRIS”. Program yang telah berjalan dua tahun ini kini diperluas hingga masjid tingkat kecamatan dan desa.
Dalam pelaksanaannya, BI Jateng bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Tengah untuk mendorong pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui QRIS. Periode program berlangsung sejak Ramadan hingga Dzulhijjah, dengan apresiasi bagi masjid dengan penerimaan ZIS QRIS tertinggi.
“Kami ingin men-trigger penggunaan QRIS di masyarakat, termasuk untuk pembayaran ZIS. Secara psikologis, pembayaran digital seringkali membuat nominal donasi menjadi lebih optimal,” tandasnya.(aln)






