28 C
Semarang
Jumat, 27 Februari 2026

Pola Komunikasi dan Manajemen Organisasi Karanganyar jadi Acuan Study Polri hingga Polisi Timur Leste

JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR – Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi studi strategis bagi para calon pemimpin Polri. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdik) Sespimti Polri menilai pola komunikasi dan manajemen organisasi di Karanganyar sangat sehat.

Ketua Tim Rombongan Sespimti Polri, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, S.I.K., M.M., M.H., mengungkapkan bahwa Karanganyar dipilih karena memiliki keunggulan dalam koordinasi antarinstansi yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kami belajar bagaimana melihat apakah organisasi kita ini sehat, bagaimana komunikasi antara Forkopimda, serta cara memecahkan masalah di tingkat daerah. Kami melihat di sini Forkopimda-nya sangat komunikatif dan kolaboratif,” ujar Brigjen Pol Hendra Kurniawan.

Menurut Brigjen Pol Hendra, respons cepat dan gaya kepemimpinan Bupati Karanganyar menjadi daya tarik utama. Ia meyakini bahwa pola penyelesaian masalah yang tuntas di level kabupaten tanpa harus menariknya ke tingkat pusat adalah sebuah kelebihan yang patut dicontoh oleh para perwira.

Baca juga:  Cegah Keracunan MBG, Guru di Karanganyar Membuat Aplikasi Deteksi Dini Makanan

“Ini salah satu tanda bahwa kepemimpinan di sini bisa menjadi role model dan bekal bagi calon pemimpin Polri di masa depan,” ungkapnya.

Selain pola kepemimpinan, kondisi tata kota Karanganyar yang rapi juga menjadi poin penilaian plus bagi tim studi. Kunjungan ini diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari 9 perwira Polri dan satu peserta mancanegara dari kepolisian Timor Leste. Kehadiran peserta internasional ini diharapkan dapat membawa pola kepemimpinan dari Karanganyar untuk diterapkan di negara asalnya.

Bupati Karanganyar Rober Christanto menjelaskan bahwa kunci keberhasilan koordinasi di wilayah Bumi Intanpari ini terletak pada gaya komunikasi yang fleksibel. Seperti, rapat dinas yang dikonsep sambil ngopi di taman belakang Rumah Dinas dan lain sebagainya.

Baca juga:  Viral Remaja Sukoharjo Digigit Kobra Usai Buka Paket, Kunci Utama Penanganan Pertama

“Forkopimda tidak hanya dibangun di acara formal saja. Komunikasi non-formal seringkali justru lebih ‘kena’ dan lebih enjoy,” jelas Bupati.

Dengan suasana yang lebih santai namun tetap terukur, setiap potensi permasalahan di masyarakat dapat dideteksi dan diselesaikan dengan lebih cepat. (yas/rit)



TERKINI

Stok Beras BULOG Tembus 3,5 Juta Ton

Rekomendasi

...