26.7 C
Semarang
Selasa, 31 Maret 2026

Gandeng TNI, Keraton Surakarta Mulai Pembersihan dan Inventarisasi Budaya




JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Babak baru pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi dimulai. Atas perintah Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan, aksi pembersihan wilayah (land clearing) perdana dilaksanakan di lingkungan Keraton Kilen, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan ini melibatkan puluhan abdi dalem yang dibantu oleh 24 anggota Kostrad TNI dari Brigif 6 Surakarta. Aksi ini menandai langkah awal dari proyek besar revitalisasi kawasan cagar budaya tersebut.

Sebelum alat potong rumput bekerja, Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA), GKR Wandansari (Gusti Moeng), memimpin upacara Wilujengan di Pendapa Keraton Kilen. Tradisi ini dilakukan untuk memohon izin kepada para leluhur agar proses penataan berjalan lancar.

Baca juga:  Perguruan Tinggi Batasi Kuota, 92 Mahasiswa di Sragen Gagal Dapat Beasiswa KIP

“Ini adalah tahap pertama menuju keberlanjutan pengelolaan Keraton Surakarta. Dimulai dari pembersihan, lalu pendataan atau inventarisasi kekayaan budaya, kemudian program revitalisasi juga akan dilanjutkan dari titik ini,” papar Juru Bicara Panembahan Agung Tedjowulan, Kangjeng Pakoenegoro.


Langkah proaktif ini diambil setelah Kementerian Kebudayaan menyurati Gusti Tedjowulan untuk memohon bantuan pendataan kekayaan budaya di dalam keraton. Menanggapi hal tersebut, koordinasi intensif telah dilakukan bersama Tim Lima Revitalisasi, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah, serta aparat TNI/Polri.

Kondisi Keraton Kilen saat ini terpantau cukup memprihatinkan dengan rumput liar setinggi orang dewasa yang menutupi area bangunan, seperti hutan. Para petugas menggunakan berbagai peralatan tajam dan gunting rumput untuk membuka kembali akses wilayah tersebut.

Baca juga:  PT KAI Bangun Masjid Dua Lantai di Stasiun Balapan

Setelah Keraton Kilen bersih, tim akan melanjutkan proses inventarisasi aset budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pakoenegoro menegaskan bahwa aksi serupa akan berlanjut ke wilayah keraton lainnya secara bertahap.

Sinergi antara otoritas keraton, pemerintah pusat, dan TNI diharapkan dapat mempercepat pengembalian kemegahan Keraton Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa yang tetap lestari di masa depan. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...