25 C
Semarang
Kamis, 12 Maret 2026

Dishub Sukoharjo Fokuskan Titik Rawan Macet di Kartasura


JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang diprediksi akan menjadi pusat kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Beberapa simpang besar dan kawasan pasar tradisional diidentifikasi sebagai lokasi yang memerlukan perhatian khusus.

Kepala Dishub Kabupaten Sukoharjo, Toni Sri Buntoro, mengungkapkan bahwa potensi penumpukan kendaraan diperkirakan terjadi di jalur-jalur strategis yang menjadi titik pertemuan arus dari berbagai daerah.

“Lokasi yang rawan macet saat arus mudik antara lain Simpang Tiga Kartasura, Simpang Jlopo, serta kawasan pasar seperti Pasar Telukan, Pasar Nguter, dan Pasar Sukoharjo,” ujar Toni saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Kawasan Kartasura dan Jlopo menjadi perhatian utama karena merupakan gerbang masuk dan pertemuan kendaraan dari arah Solo, Boyolali, Klaten, hingga Yogyakarta. Sementara itu, kepadatan di kawasan pasar tradisional dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Idulfitri yang kerap meluap hingga ke badan jalan.

Baca juga:  BPKH Kelola Rp 180 T, Nilai Manfaat Topang Biaya Haji

Menyikapi hal tersebut, Dishub Sukoharjo telah menyiapkan skema pengaturan lalu lintas secara matang. Sebanyak 70 personel disiagakan, di mana 50 di antaranya akan diterjunkan langsung di lapangan untuk mengatur lalu lintas di titik-titik rawan tersebut.

Selain pengerahan personel, manajemen rekayasa lalu lintas juga didukung dengan penambahan perlengkapan jalan. Dishub akan memasang 50 papan penunjuk arah tambahan, water barrier, dan perangkat pendukung lainnya guna membantu kelancaran pemudik.

Keunggulan penanganan mudik tahun ini juga terletak pada penguatan pemantauan berbasis teknologi. Dishub menyiagakan 34 kamera CCTV di ruas jalan utama untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time.

“Kami juga menugaskan empat personel khusus untuk melakukan traffic counting (penghitungan arus). Dengan data ini, kami bisa memantau volume kendaraan dan segera melakukan tindakan jika terjadi kepadatan yang signifikan,” jelas Toni.

Baca juga:  Buruan, Tiket KA Lebaran Daop 6 Sudah Terjual 45 Persen 

Langkah antisipatif ini diharapkan mampu meminimalkan durasi kemacetan di wilayah Sukoharjo. Toni berharap koordinasi antara petugas lapangan dan dukungan teknologi pemantauan dapat menjamin arus mudik dan balik tetap lancar, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang melintas. (dea/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...