JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG aman selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Perseroan meningkatkan stok energi hingga 15–20 persen untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat saat arus mudik.
General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto mengatakan, penambahan stok dilakukan di sejumlah terminal utama. Di antaranya Terminal BBM Pengapon Semarang dan Terminal BBM Boyolali yang menjadi titik suplai energi di wilayah Jawa Tengah.
“Pertamina memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dengan peningkatan pasokan sekitar 15 sampai 20 persen selama periode Ramadan dan Idulfitri,” katanya, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, distribusi LPG juga diperkuat melalui beberapa supply point seperti Terminal LPG Opsico, Terminal Temporary Hema Rembang, serta Terminal Temporary Pelindo. Langkah ini dilakukan agar pasokan energi tetap terjaga selama masa mudik Lebaran.
“Kami memastikan seluruh jalur distribusi energi berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tetap terpenuhi,” ujarnya.
Pertamina memproyeksikan konsumsi BBM jenis gasoline di sejumlah wilayah mengalami peningkatan selama periode mudik. Di Kabupaten Semarang misalnya, konsumsi diperkirakan naik sekitar 18 persen dari rata-rata harian 415,03 kiloliter menjadi sekitar 489,74 kiloliter per hari.
“Lonjakan konsumsi gasoline diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju kampung halaman,” jelasnya.
Di Kota Semarang konsumsi gasoline diprediksi naik dari 1.042,77 kiloliter menjadi sekitar 1.230,47 kiloliter per hari. Sementara di Kota Salatiga konsumsi diperkirakan meningkat dari 130,7 kiloliter menjadi sekitar 154,24 kiloliter per hari.
“Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diperkirakan turun sekitar 6 persen karena aktivitas logistik biasanya berkurang saat libur Lebaran,” ungkapnya.
Sementara itu konsumsi LPG rumah tangga juga diproyeksikan meningkat selama Ramadan. Di Kabupaten Semarang konsumsi diperkirakan naik dari 52.510 tabung menjadi sekitar 57.992 tabung per hari, sedangkan di Kota Semarang meningkat dari 89.518 tabung menjadi sekitar 98.855 tabung.
“Kami juga menyiapkan layanan tambahan seperti SPBU Siaga, agen LPG siaga hingga motoris BBM agar masyarakat tetap mudah mendapatkan energi selama perjalanan mudik,” tandasnya.(aln)










