JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sukoharjo mulai memasuki masa Siaga Ramadan dan Lebaran guna memastikan keandalan pasokan listrik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui skema siaga terintegrasi, PLN menjamin kenyamanan masyarakat di wilayah Sukoharjo, Wonogiri, dan Karanganyar selama menjalankan ibadah Ramadan hingga perayaan Lebaran.
Manager PLN UP3 Sukoharjo, Indri Megananda mengatakan, kondisi kelistrikan saat ini dalam status sangat aman. Hal tersebut didukung oleh 5 Gardu Induk (GI) dengan daya mampu pasok mencapai 660 MW, sementara proyeksi beban puncak hanya sekitar 230 MW.
“Kami memiliki cadangan daya sebesar 430 MW atau sekitar 70 persen. Angka ini sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat, baik di rumah ibadah, objek wisata, maupun pusat keramaian lainnya,” ujarnya usai kegiatan Gelar Apel Siaga, Rabu (11/3/2026).
Untuk mengantisipasi potensi gangguan selama masa Siaga Ramadan dan Lebaran, PLN UP3 Sukoharjo juga menyiagakan 440 personel gabungan yang ditempatkan di 6 posko siaga. Kesiapan tersebut didukung berbagai peralatan pendukung, mulai dari 8 unit genset, 6 unit gardu bergerak (UGB), hingga 5 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk lokasi VVIP.
PLN juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah lokasi strategis selama Ramadan hingga Idul Fitri. Tercatat ada 9 lokasi VVIP/VIP yang menjadi fokus pengamanan kelistrikan, antara lain Kantor Pemerintah Daerah, Masjid Agung, serta sejumlah destinasi wisata.
Selain itu, PLN turut menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik untuk mendukung mobilitas masyarakat selama libur Lebaran. Fasilitas tersebut disiapkan melalui 10 lokasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) non-tol yang tersebar di lima Unit Layanan Pelanggan (ULP), mulai dari Sukoharjo hingga Jatisrono.
“Kami telah menyiagakan 10 lokasi SPKLU non-tol yang tersebar di lima ULP untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik selama hari raya,” jelasnya.
Di sisi lain, PLN juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan aspek keselamatan ketenagalistrikan. Warga diminta tidak mendirikan bangunan, memasang baliho atau umbul-umbul, maupun melakukan aktivitas yang terlalu dekat dengan jaringan listrik.
“Demi keselamatan bersama dan kelancaran pasokan listrik selama hari raya, kami mengimbau warga agar tidak melakukan kegiatan di dekat kabel PLN. Jarak aman minimal adalah tiga meter dari jaringan listrik,” tegas Indri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi gangguan listrik melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diakses selama 24 jam. Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, diharapkan pasokan listrik selama Ramadan hingga Idul Fitri tetap aman dan andal.(aln)










