JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR — Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyalurkan bantuan korban bencana alam senilai Rp 619.050.000 kepada 408 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 12 kecamatan.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Karanganyar, Rober Christanto bersama para camat kepada warga terdampak di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar, Selasa (17/3).
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi sulit akibat bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan,” ujar Bupati Rober.
Bupati juga mengapresiasi kerja sama dan sinergi seluruh pihak, khususnya BPBD dan PMI, yang telah bergerak cepat dalam penanganan bencana serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan risiko bencana di beberapa wilayah.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menambahkan bantuan yang diberikan merupakan penanganan bencana yang terjadi pada periode Februari hingga Maret 2026.
Selain bantuan uang tunai, warga juga menerima paket logistik yang disalurkan bersama Palang Merah Indonesia Kabupaten Karanganyar.
“Jadi hari ini kita serahkan bantuan bencana alam untuk periode Februari dan Maret. Selain dalam bentuk uang, juga ada logistik yang diserahkan dari PMI Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami warga. Untuk kategori kerusakan berat, bantuan diberikan sebesar Rp10 juta per penerima.
Katagori kerusakan sedang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp 7 juta, sedangkan kategori ringan mendapatkan Rp 1 juta.
Menurut Hendro, bencana paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Karangpandan akibat peristiwa angin puting beliung yang terjadi pada awal Maret lalu. Dalam kejadian tersebut, lebih dari 300 KK terdampak dengan kerusakan yang mayoritas terjadi pada bangunan rumah.
“Paling parah itu di Karangpandan, tindak lanjut dari kejadian puting beliung beberapa waktu lalu. Hampir 300 KK lebih terdampak dan sebagian besar kerusakannya fisik rumah,” ungkapnya.
Selain kerusakan bangunan, terdapat pula korban luka akibat bencana tersebut. Dua orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit.
BPBD Karanganyar juga meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlangsung. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kondisi cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi hingga mendekati musim kemarau sekitar Mei mendatang.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama relawan membentuk pos siaga bencana untuk memantau kondisi wilayah serta membantu penanganan jika terjadi bencana.
Selain itu, BPBD juga memasang rambu peringatan di sejumlah kawasan rawan longsor di wilayah pegunungan seperti Tawangmangu dan Ngargoyoso. Petugas relawan juga disiagakan di jalur menanjak untuk membantu pengendara, terutama menjelang arus mudik Lebaran. (yas/rit)













