32 C
Semarang
Rabu, 18 Maret 2026

DKK Kudus Sebut Kandungan E Coli Masih Batas Normal


JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Teka-teki mengenai penyebab dugaan masalah pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kudus mulai menemui titik terang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada sampel makanan yang diuji masih berada di bawah ambang batas berbahaya.

‘’Hasilnya memang ada E. coli, tapi masih dalam batas normal, di bawah 0,5 per mili mikron. Secara umum, kualitas air di Kudus rata-rata mengandung bakteri tersebut, namun tahapannya tidak sampai menimbulkan keracunan atau bahaya serius,’’ ujar Nuryanto, saat ditemui di Pendapa Kudus, Senin (16/3/2026) malam.

Meskipun kandungan bakteri dinyatakan wajar, operasional Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di SMA 2 Kudus saat ini masih dihentikan sementara.

Baca juga:  Penyaluran BLT Dana Desa di Kudus Sudah Rp2,57 Miliar

Keputusan keberlanjutan operasional tersebut kini berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Nuryanto menjelaskan bahwa pihak Satgas bersama dinas terkait dijadwalkan melakukan audiensi ke BGN besok untuk melaporkan temuan lapangan sekaligus menentukan langkah selanjutnya.

Hal ini dilakukan guna meredam kekhawatiran dan kekecewaan para penerima manfaat.

‘’Kita menunggu keputusan BGN lagi. Besok Ketua Satgas dan dinas terkait akan audiensi ke sana. Mungkin nanti ada informasi baru terkait hasil di SMA 2 atau temuan-temuan lainnya,’’ tambahnya.

Menanggapi polemik kelayakan makanan, DKK Kudus menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan standar dari BGN.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi ke depan, pihaknya menginstruksikan penguatan komunikasi dan pemasangan CCTV di area produksi pada ‘’Kudus Sehat’’.

Baca juga:  Ratusan Atlet Menembak Berebut Juara Tembak Reaksi

‘’Pengawasan lewat CCTV itu penting supaya semua proses terpantau. Jika aturan dan pelatihan dipatuhi, saya kira tidak akan ada permasalahan,’’ tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 121 siswa SMA 2 Kudus diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang didistribusikan SPPG Purwosari 1 Kecamatan Kota, Kudus, Rabu (28/1/2026) siang.

Diketahui, mereka diduga mengalami keracunan menu MBG dari SPPG Purwosari 1, berupa nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, toge, buah kelengkeng.

Menu tersebut didistribusikan pada Rabu, 28 Januari 2026. Namun, sehari setelahnya mengeluh mual hingga diare dan dilarikan ke rumah sakit sejak Kamis (29/1/2026) pagi. (han/rit)




TERKINI


Rekomendasi

...