26 C
Semarang
Jumat, 27 Maret 2026

Pipa Cisem 2 Mulai Dialiri Gas, Perkuat Industri dan Investasi




JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Pemerintah resmi melakukan gas in atau pengaliran perdana pipa transmisi gas bumi Cirebon–Semarang (Cisem) Tahap 2 di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Rabu (18/3/2026). Infrastruktur ini menjadi bagian penting penguatan sistem energi nasional.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung menjelaskan, seluruh ruas Cisem 2 telah melalui uji teknis sebelum dioperasikan. Hasilnya, tidak ditemukan kebocoran sehingga pipa dinyatakan aman.

“Seluruh aspek keteknikan sudah selesai. Hasil uji menunjukkan tidak ada kebocoran. Dengan demikian, pipa siap berfungsi dan menyalurkan gas untuk kebutuhan industri,” ujarnya.

Dijelaskan, panjang pipa Cisem 2 mencapai sekitar 242–245 kilometer. Secara keseluruhan dengan Cisem 1, jaringan ini membentang kurang lebih 305 kilometer.


Menurutnya, proses pembangunan dilakukan dengan strategi pembagian beberapa ruas. Langkah ini memungkinkan pekerjaan diselesaikan secara paralel sehingga lebih cepat.

Cisem 1 sepanjang sekitar 60 kilometer sebelumnya rampung dalam 17 bulan. Sementara itu, Cisem 2 diselesaikan dalam waktu 19 bulan.

Baca juga:  Makin Nyaman, KA Jayabaya Kini Gunakan Kereta Ekonomi New Generation

Pembangunan pipa ini merupakan program strategis Kementerian ESDM. Infrastruktur tersebut juga mengintegrasikan pasokan gas dari wilayah Timur Indonesia, Natuna, hingga Andaman ke jaringan nasional.
PT PGN (Persero) Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menyatakan siap mengintegrasikan pipa transmisi ini ke jaringan distribusi. Dalam operasionalnya, PGN didukung PT Pertamina Gas (Pertagas) sebagai operator.

“Utilisasi Pipa Cisem diharapkan dapat optimal agar gas bumi domestik dapat dimanfaatkan langsung oleh industri dalam negeri,” jelas Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto.

Ditambahkan, pengoperasian pipa ini berpotensi menjangkau kawasan industri, sektor komersial, hingga usaha kecil menengah. Akses jaringan gas rumah tangga juga akan semakin luas.

Yuliot menuturkan, integrasi jaringan gas akan mempermudah pengembangan kawasan industri dan ekonomi baru. Ketersediaan energi dinilai menjadi faktor kunci dalam menarik investasi.

Baca juga:  SIG Gelar Pelatihan Bagi 100 Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Gresik

Selain itu, proyek ini diharapkan memberi dampak ekonomi luas. Mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan ekspor dan devisa negara.

Arief menambahkan, konektivitas jaringan akan meningkatkan fleksibilitas pasokan dan penyaluran gas. PGN berkomitmen menjaga layanan yang andal untuk mendukung kemandirian energi.

Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah diminta mempercepat layanan perizinan. Terutama terkait persetujuan bangunan dan lingkungan guna mendukung percepatan investasi.

Yuliot menegaskan, infrastruktur gas menjadi fondasi penting energi nasional. Keandalan pasokan energi diperlukan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi.

“Dengan kawasan pertumbuhan seperti di Batang ini, kita optimistis target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai melalui peningkatan investasi dan aktivitas industri,” katanya.

Dengan beroperasinya Cisem 2, pasokan gas di kawasan industri Jawa bagian barat diharapkan semakin stabil. Langkah ini sekaligus memperkuat hilirisasi dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...