28 C
Semarang
Minggu, 5 April 2026

Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Nawal Yasin Dorong Inovasi UMKM Berbasis Potensi Lokal




JATENGPOS. CO.ID, SALATIGA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengunjungi Kampung Singkong Argowiyoto di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026) sore.

Kampung Singkong dikenal sebagai sentra produksi olahan singkong yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Di kawasan ini, terdapat puluhan pelaku UMKM yang mengolah singkong menjadi berbagai produk makanan dan minuman.

Dalam kunjungannya, Nawal bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, meninjau Toko Singkong Keju D-9. Keduanya melihat langsung berbagai produk olahan, serta membeli sejumlah produk unggulan.

Nawal mengapresiasi berkembangnya ekosistem UMKM berbasis singkong di Kampung Argowiyoto. Menurutnya, kawasan itu menjadi contoh konkret pengelolaan potensi lokal yang terintegrasi.


“Di sini kita melihat UMKM yang semuanya berbahan baku singkong. Saya sangat mendukung karena ekosistemnya sudah terbentuk, mulai dari ampas diolah hingga menjadi berbagai produk makanan dan minuman,” ujarnya, seusai kunjungan.

Baca juga:  Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan Punya Peluang di Jateng

Istri Wakil Gubernur Jateng ini menilai, keberadaan Kampung Singkong juga mampu menjadi penggerak sekaligus penghubung bagi pelaku UMKM lokal, untuk menembus pasar yang lebih luas.

Nawal berharap konsep kampung berbasis komoditas unggulan seperti itu, dapat direplikasi di berbagai daerah sesuai potensi masing-masing. Pasalnya, Jateng memiliki kekayaan potensi yang bisa digali dan dikembangkan.

Dia menekankan, sesuai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Pemprov Jawa Tengah berkomitmen mendukung pengembangan UMKM lokal, agar naik kelas dan berdaya saing.

“Misalnya di daerah pertanian atau daerah dengan potensi seperti ikan dan lain sebagainya, bisa kok diolah menjadi banyak hal. Misalnya ikan bisa jadi abon, dan sebagainya,” ucap Nawal.

Sementara itu, Owner Singkong Keju D-9, Diah Kristanti, mengungkapkan, dia mulai merintis usaha sejak 2009. Berbagai pengembangan terus dilakukan, hingga kini memiliki kafe yang ramai pengunjung.

Baca juga:  Wajik Suharno Bandungan Jajanan Legendaris Tetap Eksis Sejak Tahun 1983

Dia menuturkan, di Kampung Singkong ada puluhan UMKM yang per harinya bisa mengolah sekitar tujuh ton singkong. Dalam proses produksi, bahan baku diperoleh dari berbagai daerah, seperti Wonosobo, Temanggung, Magelang, Batang, Salatiga, dan sekitarnya.

Khusus toko yang dia kelola, pihaknya memproduksi beragam olahan singkong, mulai dari singkong keju, keripik, gethuk, spageti singkong, burger singkong, hingga berbagai varian lain.

“Pemasaran produk kami sebagian besar masih di wilayah Jawa Tengah, namun juga sudah menjangkau Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Bali,” ungkap Diah.

Ditambahkan, untuk meningkatkan kualitas dan daya saing, pihaknya terus melakukan inovasi baik dari sisi produk maupun teknologi pengolahan.

“Kampung Singkong menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Salatiga. Harapan kami, semoga pemerintah terus memberi dukungan,” harapnya.(*)




TERKINI




Rekomendasi

...