30.1 C
Semarang
Senin, 6 April 2026

SPBU Sriwijaya Ditutup Sementara Usai Insiden Motor Terbakar




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menutup sementara SPBU 44.502.07 Jalan Sriwijaya, Semarang, usai insiden kebakaran sepeda motor. Penutupan dilakukan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh dan penguatan aspek keselamatan operasional.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, Pertamina menaruh perhatian serius terhadap kejadian tersebut. Ia memastikan penelusuran fakta dan evaluasi telah dilakukan guna meningkatkan standar keselamatan dan pelayanan.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU,” katanya, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan hasil penelusuran dan rekaman CCTV, insiden bermula saat konsumen mengisi BBM jenis Pertamax dalam kondisi kendaraan mogok. Setelah pengisian, motor didorong keluar dari dispenser dan saat dinyalakan muncul api yang diduga berasal dari sistem kelistrikan atau pengapian.


Baca juga:  Diskon PPn Dongkrak Penjualan Rumah Citra Grand

Petugas SPBU kemudian melakukan penanganan awal dengan memastikan area aman dan memadamkan api menggunakan APAR. Api berhasil dipadamkan tanpa meluas ke area lain.
Konsumen pemilik kendaraan Chiko Relisviano Ramadhan mengaku telah menerima penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Ia menyebut permasalahan telah diselesaikan secara baik.

“Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik, masukan saya didengarkan dengan baik dan saya menerima hasilnya. Terima kasih atas perhatian dan tanggung jawab yang diberikan,” ungkapnya.

Operator SPBU Giyono juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia menyebut insiden itu menjadi pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dalam pelayanan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi dan akan menjadikannya sebagai pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Pertamina melakukan pembinaan dengan fokus pada peningkatan kesiapsiagaan darurat bersama tim HSSE dan Dinas Pemadam Kebakaran. Selain itu, perbaikan sarana dan prasarana juga dilakukan guna memastikan standar operasional berjalan optimal.

Baca juga:  Mulai Februari 2021, Pemerintah Pungut Pajak Pulsa, Voucer, dan Token Listrik

“Langkah ini kami ambil sebagai bentuk komitmen peningkatan pelayanan dan keselamatan. Kami imbau masyarakat memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman, terutama pada aspek kelistrikan dan sistem pembakaran,” tambah Taufiq.

Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran, Eustachius Marsudi Wisnugroho Subowo menegaskan, pentingnya respons cepat dalam penanganan kebakaran. Ia juga mengingatkan penggunaan APAR sebagai langkah awal yang krusial.

“Kami menekankan bahwa penanganan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama, serta pentingnya pemanfaatan APAR sebagai respons awal karena waktu penanganan sangat krusial,” ujarnya.

Selama penutupan, masyarakat dapat mengisi BBM di SPBU terdekat yakni SPBU 44.502.29 Jalan Veteran dan SPBU 41.502.01 COCO Jalan Ahmad Yani. Pertamina juga menegaskan penggunaan APAR di SPBU tidak dipungut biaya dan menjadi bagian dari fasilitas keselamatan standar.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...