27 C
Semarang
Kamis, 30 April 2026

Minat Investasi Warga Jateng Meningkat, OJK Dorong Literasi Keuangan

Minat Investasi Warga Jateng Meningkat, OJK Dorong Literasi Keuangan




 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap instrumen investasi terus menunjukkan tren positif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini harus diimbangi dengan penguatan literasi agar keputusan keuangan semakin berkualitas.

 


Kepala OJK Jateng-DIY, Hidayat Prabowo menyampaikan pertumbuhan investasi di daerahnya cukup signifikan. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah investor serta nilai transaksi yang terus naik.

 

“Minat masyarakat Jawa Tengah terhadap investasi sangat tinggi dan ini terlihat dari berbagai indikator yang menunjukkan pertumbuhan positif,” ujarnya, dalam media briefing, Kamis (9/4/2026).

 

Ia menjelaskan, salah satu indikatornya adalah pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 105,29 persen. Dari jumlah tersebut, investor didominasi generasi muda dengan porsi terbesar mencapai 63,98 persen atau sekitar 2,16 juta investor.

 

Selain itu, nilai transaksi saham di Jawa Tengah juga mengalami lonjakan signifikan. Per Januari 2026, pertumbuhan transaksi tercatat mencapai sekitar 259 persen hingga 269 persen dibanding periode sebelumnya.

Baca juga:  New Honda Vario 160 Hadir Makin Premium

 

Menurutnya, tingginya minat investasi harus diiringi pemahaman yang memadai. Literasi keuangan menjadi pondasi penting agar masyarakat tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga mampu mengambil keputusan yang tepat.

 

“Literasi yang baik akan menghasilkan keputusan keuangan yang lebih bijak dan berkualitas,” jelasnya.

 

Hidayat menambahkan, reksa dana menjadi salah satu instrumen yang relatif mudah diakses, khususnya bagi investor pemula. Produk seperti reksa dana pasar uang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat karena risiko lebih terukur.

 

Ia menegaskan, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan literasi. Tanpa pemahaman yang cukup, tingginya partisipasi masyarakat justru berpotensi menimbulkan risiko.

 

“Kami mendorong agar inklusi keuangan diikuti literasi yang memadai sehingga tercipta ekosistem keuangan yang sehat,” tegasnya.

Baca juga:  Astra Motor Jateng Beri Beasiswa untuk 81 Siswa

 

Lebih lanjut, OJK terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas edukasi keuangan. Program yang dijalankan menyasar pelajar, mahasiswa, komunitas investasi, hingga masyarakat umum.

 

Kegiatan edukasi dilakukan melalui berbagai metode, baik secara langsung maupun digital. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau lebih luas dan memberikan dampak nyata.

 

“Melalui kolaborasi, edukasi keuangan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” katanya.

 

Ia berharap, peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Dengan demikian, investasi dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab.

 

“Literasi yang kuat akan melahirkan keyakinan, keyakinan menuntun keputusan bijak, dan keputusan bijak membawa masa depan keuangan yang lebih baik,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...

Presdir JNE Berikan Inspirasi Bisnis

Puncak Arus Mudik Jalur Kereta Api 20...

KAI Daop 4 Semarang dan DJKA Inspeksi...

LG Luncurkan AC New Hercules