28.8 C
Semarang
Kamis, 9 April 2026

Kisah Wagub Jateng “Membocorkan” Nama Aslinya 




JATENGPOS. CO. ID, JEPARA – Suasana Halal Bihalal Alumni dan Santri Ponpes Al-Anwar Sarang Rembang, se-Jawa Tengah, yang digelar di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Jepara, Kamis, 9 April 2026, mendadak penuh tawa dan haru.

Ini terjadi saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), membagikan kisah personal yang jarang diketahui publik. Yakni rahasia di balik pergantian namanya oleh sang ayah, Almaqfurlah KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen). Seorang ulama kharismatik, yang juga pendiri Ponpes Al Anwar Sarang.

Di hadapan ribuan alumni yang memadati lokasi, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu menceritakan selama belasan tahun menempuh pendidikan, namanya bukanlah Taj Yasin.

“Sejak sekolah Ibtidaiyah sampai Aliyah, bahkan di rapor dan ijazah saya, namanya tertulis Muhammad Yasin. Mbah Moen sendiri yang menandatangani rapor-rapor itu dan beliau tidak pernah protes,” kenang Gus Yasin disambut rasa penasaran para alumni.


Nama “Muhammad Yasin” terus melekat bahkan saat ia berangkat menuntut ilmu ke Suriah. Namun, sebuah kejadian unik terjadi justru saat Gus Yasin hendak melangsungkan pernikahan.

Baca juga:  Masyarakat Desak Transparansi dan Pengawasan Ketat MBG di Kudus

Mbah Moen tiba-tiba memanggilnya dan menanyakan hal yang mengejutkan.

“Begitu mau nikah, saya ditanya, ‘Namamu siapa?’. Saya jawab Muhammad Yasin. Lalu beliau dawuh, ‘Nama Muhammad-nya dibuang, ganti jadi Taj Yasin saja’,” cerita Gus Yasin menirukan dawuh sang ayah.

Perubahan nama yang terkesan mendadak itu ternyata bukan tanpa alasan. Menurut Gus Yasin, Mbah Moen memiliki pertimbangan mendalam atau “itungan” tersendiri terhadap setiap santri dan anak-anaknya.

Mbah Moen mengembalikan nama “Taj Yasin” tepat di momen penting transisi hidupnya menuju jenjang pernikahan.

Kisah ini menjadi simbol betapa seorang guru dan orang tua memiliki pandangan batin (bashirah) yang jauh ke depan untuk masa depan muridnya.

“Mbah Moen itu tahu porsi masing-masing. Ada santri yang diijazahi wirid berat, ada yang biasa saja. Saya termasuk yang ‘gampang-gampang’ saja, karena beliau tahu kalau saya wirid terus, kapan saya sempat mengurusi masyarakat sebagai wakil gubernur?” selorohnya yang kembali memicu tawa hangat para hadirin.

Baca juga:  Pemkab Kudus Siapkan Tempat Relokasi Sebelum Diberlakukannya Zona Larangan PKL

Selain berkisah soal nama, Gus Yasin juga menekankan pentingnya menjaga hubungan spiritual (Robithoh) dengan guru.

Wagub yang mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, ini, mengajak ribuan alumni yang hadir untuk terus memegang teguh apa yang telah diajarkan di pesantren, terlepas dari apa pun profesi yang mereka jalani saat ini.

Acara Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen, tetapi juga momentum penguatan sanad keilmuan. Ribuan alumni yang hadir dari berbagai daerah tampak antusias menyimak setiap pesan. Seolah kembali merasakan suasana mengaji langsung di bawah asuhan Mbah Moen di Sarang.

“Harapan kita hanya satu, semoga kita semua tetap diakui sebagai murid, tetap ‘dicangking’ (digandeng) oleh Mbah Moen hingga hari kiamat kelak,” tutup Gus Yasin.(rit)




TERKINI




Rekomendasi

...