29 C
Semarang
Senin, 20 April 2026

Siswa SDN Jetis 3 Belajar Pola Hidup Sehat




JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Upaya penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan dengan menyasar edukasi kesehatan bagi para siswa. Tidak hanya pemenuhan gizi dan kebersihan menu tapi juga edukasi pada penerima manfaat.

Kali ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 02 menggandeng RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo menggelar kegiatan bertajuk “Sehat Itu Seru” di SD Negeri Jetis 3 Sukoharjo, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini difokuskan pada sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan edukasi menu bergizi. Sebanyak 116 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 antusias mengikuti praktik kebersihan diri sebelum menikmati layanan makan siang gratis.

Kepala SDN Jetis 3 Sukoharjo, Ruwiyatun, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, edukasi langsung dari tenaga medis sangat penting sebagai langkah preventif agar siswa terhindar dari penyakit seperti diare dan infeksi saluran pencernaan.


Baca juga:  Dikeluhkan Warga, PUDAM Tegaskan Tidak Ada Kenaikan Tarif

“Anak-anak sering bermain di halaman dan terkadang langsung mengambil makanan tanpa cuci tangan. Melalui kerjasama dengan RS PKU dan SPPG ini, mereka diajarkan cara cuci tangan yang benar dengan sabun. Ini sangat bermanfaat, terutama menyambut waktu makan bersama dalam program MBG agar mereka benar-benar bersih dari kuman,” ujar Ruwiyatun.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Sukoharjo, dr. Resita, memberikan edukasi langsung mengenai teknik cuci tangan yang efektif menggunakan metode cepat yang mudah diingat anak-anak, yakni “Tepung Selaci Puput”.

“Tepung selaci puput artinya, telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, gerakan mengunci, putar ibu jari, dan ujung jari. Tangan adalah mediator utama kuman dan bakteri. Jika kebersihan tangan tidak dijaga, anak-anak rentan terkena infeksi seperti flu yang bisa berkembang menjadi pneumonia, hingga virus seperti flu Singapura,” jelas dr. Resita.

Baca juga:  Arman Sahti Pegang Tongkat Estafet Kapolres Karanganyar

Sementara itu, Kepala SPPG Sukoharjo 02, Ade Hefri Widyatama, menegaskan bahwa kualitas menu yang disajikan kepada siswa telah melalui pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan orang tua siswa terhadap program nasional tersebut.

“Di SPPG Sukoharjo 02, kami menerapkan double checking dalam menyusun menu, baik dari ahli gizi maupun kepala satuan. Kami memastikan tidak ada menu yang ‘lolos’ tanpa standar gizi yang tepat. Saat ini kami melayani sekitar 2.700 penerima manfaat di lingkungan sekolah,” ungkap Ade.

Ade juga menambahkan bahwa cakupan layanan SPPG Sukoharjo 02 yang sudah berjalan sejak Oktober 2025 ini akan terus diperluas. “Minggu depan, kami berencana mulai melayani kategori 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, selain tetap fokus pada siswa sekolah,” pungkasnya. (dea/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...