Madrasah Kini Jadi Pilihan Utama, Wibowo Prasetyo Berusaha Perjuangkan Tambahan Kuota PIP


JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Suasana hangat terasa saat Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, bertemu dengan puluhan guru madrasah se-Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dalam kegiatan resesnya, Jumat (21/4/2026).

Di hadapan seratusan guru dan orang tua murid, Wibowo menyampaikan rasa bangganya melihat perubahan besar dalam dunia pendidikan madrasah. Menurutnya, kini madrasah bukan lagi sekadar pilihan cadangan, melainkan sudah menjadi tujuan utama para orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka.

“Sekarang ini madrasah sudah jadi pilihan utama. Ini sesuatu yang patut kita banggakan bersama,” ujarnya santai namun penuh makna.

Ia pun mengajak para guru untuk terus menjaga kepercayaan tersebut. Menurutnya, kualitas pendidikan harus terus dirawat dan ditingkatkan agar harapan masyarakat terhadap madrasah bisa benar-benar terwujud.


“Yang sudah baik kita jaga, yang belum mari kita benahi bersama,” pesannya.

Selain memberi motivasi, Wibowo juga membawa kabar yang cukup menggembirakan. Ia memastikan akan terus mengawal program bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP), yang selama ini sangat membantu siswa madrasah, baik negeri maupun swasta.

“Program ini penting, karena menjadi bentuk dukungan nyata negara untuk pendidikan, khususnya madrasah,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, Wibowo juga berjanji akan memperjuangkan penambahan kuota PIP tahun ini. Harapannya, semakin banyak siswa yang bisa terbantu dan tetap melanjutkan pendidikan.

“Insyaallah kita upayakan kuotanya bertambah, supaya makin banyak yang merasakan manfaatnya,” tambah legislator dari Dapil Jawa Tengah VI ini.

Ia juga menyinggung peluang lanjutan bagi siswa, yakni melalui beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk jenjang perguruan tinggi. Menurutnya, anak-anak madrasah harus punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita setinggi mungkin.

Rasa syukur juga disampaikan Muh Usup, perwakilan dari MTs Muhammadiyah Dukun. Ia mengaku senang karena ada perhatian langsung dari wakil rakyat terhadap pendidikan madrasah dan pesantren.

“Alhamdulillah, kami merasa diperhatikan. Harapannya madrasah bisa terus berkembang, baik dari segi fasilitas maupun kualitas,” ujarnya.

Usup yang sudah 30 tahun mengajar juga berbagi cerita tentang perjuangan guru madrasah. Menurutnya, banyak guru yang mengajar dengan penuh keikhlasan, bahkan tak jarang membantu siswa secara pribadi agar tetap bisa bersekolah.

“Kadang ada guru yang sampai memberi uang saku ke siswa supaya tetap sekolah. Ini perjuangan yang luar biasa. Memang sudah sepantasnya guru mendapatkan perhatian dari negara,” tuturnya.

Menutup pertemuan, Wibowo berharap kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap aspirasi langsung dari para guru.

Ia berjanji akan membawa semua masukan tersebut ke tingkat pusat untuk diperjuangkan dalam forum DPR RI.

“Semua yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan,” pungkasnya.


TERKINI

Rekomendasi

...