29 C
Semarang
Senin, 27 April 2026

Hadapi Tantangan Global, Bekali Santri Bahasa Mandarin




JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – MTs NU Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kudus kembali melakukan terobosan dalam dunia pendidikan. Madrasah ini resmi meluncurkan ekstrakurikuler Bahasa Mandarin, sebagai upaya membekali santri menghadapi tantangan global dan dominasi ekonomi negara berkembang di masa depan.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs NU TBS Kudus, Baidlowie, mengungkapkan bahwa program ini lahir dari visi Kepala Madrasah, dalam rangka meningkatkan kompetensi linguistik siswa.

‘’Kami ingin siswa tidak hanya jago di ilmu agama, tapi juga menguasai bahasa internasional agar bisa mengikuti perkembangan zaman,’’ ujarnya, saat ditemui di sekolah, Minggu (26/4).

Menurutnya, langkah ini tergolong unik karena program baru dimulai di pertengahan tahun ajaran, bukan di awal seperti biasanya. Meski persiapannya tergolong mendadak, antusiasme siswa sangat tinggi. Tercatat sebanyak 16 siswa dari kelas 7 dan 8 telah mendaftar pada angkatan pertama ini.


Baca juga:  Puluhan Janda Desa Cendono Sambangi Bupati Kudus Penuhi Nazar Kemenangan

‘’Ekstra Bahasa Mandarin di jenjang MTs ini kemungkinan menjadi yang pertama di Jawa Tengah. Kami berharap tahun depan peminatnya semakin bertambah dan programnya kian berkembang,’’ imbuhnya.

Untuk menjamin kualitas pengajaran, MTs NU TBS Kudus menggandeng Faisol Firdaus yang merupakan alumi sekolah setempat sebagai tenaga pendidik Bahasa Mandarin. Faisol juga merupakan alumni Hubungan Internasional (HI) Universitas Wahid Hasyim yang melanjutkan studi di Tiongkok pada tahun 2017.

Dalam proses belajar mengajar yang berdurasi satu jam sepekan, Faisol menggunakan standar internasional,’’Materi yang saya berikan mengacu pada buku HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi). Ini adalah standar sertifikasi kemahiran bahasa Mandarin yang diakui dunia. Semacam TOEFL dalam bahasa Inggris,’’ tuturnya.

Baca juga:  Dukcapil Kudus Buka Pelayanan Ekstra Time

Ia menambahkan, saat ini para santri diajarkan level dasar atau HSK 1. Bahasa yang dipelajari adalah bahasa Mandarin formal yang digunakan oleh pemerintah dan instansi pendidikan di Tiongkok.

Meskipun mengajar santri tingkat MTs memerlukan kesabaran ekstra dan konsistensi tinggi, Faisol mengaku optimistis melihat semangat para siswa. Dengan hadirnya program ini, MTs NU TBS Kudus kini resmi memiliki tiga pilar ekstrakurikuler bahasa, yakni Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.

‘’Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak lulusan santri yang kompetitif, dan siap mengambil peran penting di kancah internasional di masa mendatang,’’ pungkasnya. (han/rit)




TERKINI




Rekomendasi

...