31.9 C
Semarang
Selasa, 28 April 2026

Perempuan Memiliki Multi Peran di Publik dan Domestik




JATENGPOS.CO.ID,   SALATIGA – Perempuan adalah tiang negara, apabila perempuan itu baik maka akan baiklah negara dan apabila perempuan itu rusak, maka rusak pula negara. Sehingga baik dan tidaknya negara sangat tergantung kepada perempaun.

Demikian diungkapkan anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Ida Nurul Farida MPd mengawali kegiatan pendidikan politik bagi perempuan kerjasama Komisi E DPRD Jateng dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB ( DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah di teater Bung Karno, DPRD Salatiga, Senin ( 27/4/2026).

Dikatakan Ida, karena perempuan merupakan tiang negara, maka dibutuhkan tiang yang kokoh, tidak hanya kokoh secara fisik namun juga secara batin dan akal. “ Allah memberikan kita potensi, yaitu potensi akal, potensi hati dan fisik. Potensi akal harus diisi dengan belajar sepanjang hayat, tidak ada kata terlambat dan behenti untuk belajar. Di mana pun kita bisa belajar, terlebih di era digital ini semua serba mudah dalam belajar. Maka di era digital harus digunakan sebaik-baiknya,” ujar anggota Fraksi PKS DPRD Jateng ini.

Baca juga:  Selama Ops Keselamatan Candi 2025, Sat Lantas Polresta Surakarta Keluarkan 637 Tilang

Dikatakannya, perempuan memiliki multi peran dan satu tujuan. Yang mana di masa kini, perempaun hadir di dua dunia yaitu domestik dan public. “ Perempuan bukan hanya tulang rusuk tapi juga pilar kehidupan yang menopang keluarga sekaligus menggerakkan masyarakat dan hanya satu tujuan, semua peran itu bermuara pada kesejahteraan keluarga dan kemajuan bangsa,” imbuh Ida.


Dikatakan Ida, di era globalisasi dan kemajuan pendidikan dan ekonomi saat ini  membuka ruang bagi perempuan untuk berkiprah di public. Namun hal tersebut tidak menghilangkan tanggungjawab di ranah domestic sebagai seorang perempuan. “ Bagaimana menjaga harmoni antar keduanya, keseimbangan itu bukan berarti harus memilih, tapi menyelaraskan. Harmoni bukan tentang sempurna tapi seimbang,” kata istri dari anggota DPR RI Dr Muh.Haris ini.

Sementara narasumber lainnya Prof. Dr. Maslikhah mengatakan, secara semantic atau makna kata, kata perempuan lebih mulia dari kata wanita.” Perempuan berasal dari kata empu, yang berarti ahli atau orang berilmu, tuan, sedangkan wanita dari bahawa Sansekerta wanito yaitu wani ditoto yang meiliki makna yang diinginkan atau obyek rasa cinta/nafsu,” jelasnya.

Baca juga:  Menkumham Ajak Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Sebut Peran Penting Notaris

Dikatakan Prof. Maslikhah, perempuan miliki kecerdasan holistic atau kecerdasan menyeluruh dalam kehidupan ini, yang mana bisa mengelola dan mengerjakaan pekerjaan secara runut dan baik dalam mengelola waktu. “ Di perguruan tinggi, yang IPK paling tinggi adalah perempuan, namun yang menjadi keheranan kita, begitu masuk jabatan structural ( dunia kerja)  mreteli ( lepas), apa yang menjadi penyebabnya, apa motifasi turun, atau kecerdasan holistic tadi turun atau ada aspek lain,” katanya. Perempuan juga memiliki sifat kepemimpinan inklusif yang artinya mudah berbaur dan beradaptasi dengan baik dan cepat.

Kegiatan ini juga menghadirkan nara sumber lain yaitu dari DP3AKB Prov. Jateng Asteria Dewi S.Psi,M.Pd selaku Kebijakan Ahli Muda, kemudian anggota DPRD Salatiga Hj. Riawan Woro. Sedangkan peserta kegiatan berasal dari perempuan perwakilan dari partai politik, tokoh- tokoh perempuan dan perwakilan dari organisasi perempuan di Salatiga.( deb)




TERKINI




Rekomendasi

...