31.1 C
Semarang
Senin, 4 Mei 2026

Persatuan Artis Musik Dangdut Pimpinan Rhoma Irama akan Menggelar Musda di Salatiga




JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPD PAMDI) provinsi Jawa Tengah, akan menggelar Musyawarah Daerah(Musda) DPD PAMDI Jateng, tahun 2026. Musda akan digelar 11 Mei 2026, di ruang Mini Teater gedung DPRD Kota Salatiga.

Organisasi insan seniman dangdut resmi iniĀ  dipimpin “raja dangdut” H.Rhoma Irama sebagai Ketua Umum DPP PAMDI (sebelumnya bernama PAMMI).

Ketua Panitia Musda DPD PAMDI Jawa Tengah tahun 2026, Havid Sungkar, S.H., didampingi ketua DPD PAMDI Jawa Tengah periode 2020-2025 Drs.Frans SP (pemilik grup dangdut Ken Arok) mengatakan, agenda Musda selain pemilihan ketua DPD PAMDI JatengĀ  periode 2026-2031, juga menetapkan Program Kerja, menilai Pertanggungjawaban DPD serta menetapkan DPD. Peserta Musda diikuti beberapa pengurus Dewan Pimpinan Cabang(DPC) PAMDI yang sudah resmi dibentuk di wilayah Jawa Tengah.

Baca juga:  Inspektorat Kembali Selidiki Dugaan Korupsi Kades Winong Pati

“Harapannya dengan kegiatan Musda ini nantinya Ketua yang baru bisa memimpin dengan visi dan misi sesuai slogan PAMDI, yaitu Bermusik dan Menghibur dengan Akhlak Mulia,” katanya.

Selain itu juga akan membentuk DPC PAMDI di daerah kab/kota yang selama ini belum terbentuk. Lalu membuat kegiatan lomba nyanyi dangdut untuk memunculkan penyanyi dangdut berbakat dari daerah. Membantu advokasi hukum bagi para seniman dangdut yang terkena pelecehan pada waktu pentas/manggung.

“Juga memberi pengertian pada masyarakat umum bahwa musik dangdut adalah hiburan yang bisa dinikmati dari masyarakat bawah sampai atas dengan vokal yang baik serta kostum yang sopan jadi terkesan elegan/menarik bagi penonton yang menyaksikan. Pergelaran dangdut tanpa harus ada tawuran atau minum minuman keras(Miras),”imbuhnya.

Baca juga:  Hendi Hadiri Perayaan Nyepi di Kota Semarang, Tegaskan Tak Ada Minoritas

Rencana Musda ini akan dihadiri perwakilan dari PAMDI pusat, Gubernur Jateng yang membuka acara, Kapolda Jateng serta Dinas Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jateng.

“Karena musik dangdut bagian dari budaya bangsa Indonesia karena terbukti musik dangdut Indonesia masuk dalam warisan budaya dunia yang sudah tercatat di UNESCO,” kata Havid. (*/hvd/jan)




TERKINI




Rekomendasi

...