1JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG— DPW BAMAGNAS Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama.
Hal tersebut tercermin dalam kunjungan Ketua DPW BAMAGNAS Jawa Tengah, Pdt. Yermia Suprayitno, S.Th., M.Ag. ke Markas Kampung Demokrasi Pancasila di Semarang, Senin (4/5) pukul 15.00–17.00 WIB.
Kedatangan Pdt. Yermia Suprayitno disambut hangat oleh Kyai Ahmad Robani, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Komunikasi Santri Pancasila (FKSP). Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog terbuka, mengangkat tema utama Wawasan Kebangsaan dalam Bingkai Pancasila.
Dalam dialog tersebut, Pdt. Yermia Suprayitnoyang akrab disapa Pdt. Supra menyampaikan ketertarikannya terhadap semangat kebangsaan yang terus digaungkan oleh Kyai Robani melalui Forum Komunikasi Santri Pancasila. Ia juga menggali lebih dalam nilai-nilai yang melandasi komitmen tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kyai Robani menjelaskan bahwa kecintaan terhadap Pancasila berakar dari latar belakang kehidupannya sebagai santri yang dididik dalam tradisi Islam Nahdlatul Ulama (NU) serta sebagai putra pendiri pondok pesantren. Baginya, kecintaan terhadap agama tidak berhenti pada keyakinan pribadi semata, tetapi harus dilihat dalam perspektif Pancasila yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap seluruh agama di Indonesia.
“Cinta agama dalam perspektif Pancasila adalah menghormati dan menghargai semua agama. Pada prinsipnya, manusia diciptakan untuk menyembah Tuhan sesuai keyakinannya masing-masing. Karena itu, kita harus menghormati keberagaman sebagai bagian dari kehendak Tuhan,” ujar Kyai Robani.
Ia juga menegaskan prinsip hidupnya dalam bermasyarakat, yakni tidak memaksakan keseragaman pandangan.
“Yang sepemahaman mari kita bekerja sama, yang berbeda kita tetap saling menghormati,” tambahnya.
Pdt. Yermia Suprayitno menyambut baik pandangan tersebut dan menyatakan kesepakatannya untuk terus menjaga semangat toleransi sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Ia menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam memberikan pemahaman keagamaan yang bijaksana dan sesuai dengan tingkat kedewasaan umat, guna menghindari kesalahpahaman dalam menafsirkan ajaran agama.
Lebih lanjut, Pdt. Supra menegaskan bahwa pertemuan lintas iman seperti ini sangat penting untuk memperkuat persatuan nasional.
“Melalui dialog dan silaturahmi, kita membuka ruang saling memahami. Kita diingatkan bahwa kita adalah bangsa Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” ungkapnya.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mempererat hubungan lintas iman dan memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (*/jan)













