31.4 C
Semarang
Sabtu, 9 Mei 2026

Ekonomi Jateng Triwulan I-2026 Tumbuh 5,89 Persen




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan I-2026 tumbuh solid sebesar 5,89 persen secara tahunan (year on year/y-on-y). Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tercatat mencapai Rp511,99 triliun atas dasar harga berlaku.

Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said menyampaikan, capaian ini menunjukkan kinerja ekonomi daerah yang positif di awal tahun. Ia menjelaskan pertumbuhan didorong oleh sejumlah sektor utama dan peningkatan konsumsi.

“Ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 5,89 persen secara tahunan,” katanya.

Dijelaskan, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 14,14 persen. Selain itu, pengeluaran konsumsi pemerintah juga meningkat signifikan sebesar 19,36 persen.

Baca juga:  Dukung Komitmen Listrik untuk Rakyat, PLN Berikan Edukasi Ketenagalistrikan pada Generasi Muda

“Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat,” jelasnya.

Ditambahkan, secara kuartalan (quarter to quarter/q-to-q), ekonomi Jawa Tengah tumbuh 1,85 persen dibanding triwulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang melonjak 21,53 persen.

“Sektor pertanian menjadi pendorong utama pertumbuhan pada awal tahun ini,” tambahnya.

Menurutnya, kinerja ekspor juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Ekspor barang dan jasa tercatat meningkat sebesar 8,84 persen dibanding periode sebelumnya.

“Penguatan ekspor turut menopang pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ungkapnya.

Dikatakan, struktur ekonomi Jawa Tengah masih didominasi sektor industri pengolahan. Sektor ini memberikan kontribusi terbesar dari sisi lapangan usaha dengan porsi 32,69 persen.

Baca juga:  SBI Kelola Sampah Perkotaan dan Pemanfaatan RDF di Kebumen

“Industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujarnya.

Dituturkan, dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi motor utama ekonomi. Kontribusinya mencapai 60,01 persen terhadap total PDRB Jawa Tengah.

“Konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Menurutnya, capaian ini mencerminkan daya beli masyarakat yang tetap terjaga. Stabilitas konsumsi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan kondisi ini, ekonomi Jawa Tengah diharapkan tetap tumbuh stabil ke depan,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...